Tuna Bowl! Dari Dapur Kecil hingga Bisnis Kuliner

  • 02 Okt 2026 16:02 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon – Berawal dari dapur rumah, Salsa Rini perlahan mengembangkan usaha kuliner yang diberi nama Tuna Bowl. Usaha yang baru berjalan sekitar satu tahun tersebut menawarkan olahan tuna dan Sate Garut dengan konsep menu yang praktis, terjangkau, dan cocok untuk berbagai kebutuhan.

Salsa mengatakan, ide menjalankan usaha tersebut tumbuh dari keinginan untuk mengembangkan olahan makanan yang tidak hanya memiliki cita rasa khas, tetapi juga dapat diterima oleh anak muda.

Menurutnya, meskipun masyarakat saat ini cenderung menyukai makanan yang praktis dan instan, cita rasa tetap menjadi pertimbangan utama. Hal tersebut menjadi salah satu alasan Tuna Bowl. terus mempertahankan kualitas rasa dalam setiap produknya.

“Kalau sudah mencoba dan rasanya nyaman di mulut, biasanya orang akan kembali lagi. Itu yang membuat saya terus semangat,” ujar Salsa.

Selain Tuna Bowl., Salsa juga menghadirkan Sate Garut yang menjadi bagian dari pilihan menu usahanya. Pelanggan dapat memilih salah satu menu maupun menggabungkannya dalam satu paket atau mix, sehingga dapat mencoba kedua jenis makanan tersebut sekaligus.

Konsep tersebut juga menjadi salah satu cara bagi pelanggan yang masih bingung menentukan pilihan. Dengan mencoba beberapa menu, pelanggan dapat menemukan makanan yang paling sesuai dengan selera mereka.

Menjaga Konsistensi Rasa Bersama Sang Ibu

Salsa bersama Host Heintje Pietersz dalam program “Paparisa Papalele” Pro 4 Ambon (Foto: RRI)

Dalam menjalankan usaha, Salsa tidak bekerja seorang diri. Sang ibu masih memiliki peran penting dalam proses produksi, khususnya dalam menjaga cita rasa makanan.

Salsa mengungkapkan bahwa hingga saat ini, ibunya masih menjadi head chef dalam proses pembuatan makanan. Ia sendiri sedang belajar untuk memahami proses pengolahan secara lebih mendalam, termasuk mengembangkan resep dan menentukan takaran bahan secara mandiri.

“Untuk sekarang, head chef-nya masih Mama. Saya juga mau belajar. Saya sudah memahami bagaimana cara pengolahannya, tetapi untuk takaran-takaran yang lebih detail memang masih dalam proses belajar,” katanya.

Menurut Salsa, keterlibatan sang ibu juga membantu menjaga konsistensi rasa produk. Hal ini penting karena pelanggan yang sudah pernah membeli biasanya akan kembali dan mengharapkan cita rasa yang sama.

“Beda tangan, beda rasa. Jadi kalau Mama yang memasak, rasanya lebih konsisten,” ujarnya.

Konsistensi tersebut mulai dirasakan melalui respons pelanggan. Salsa menyebut dirinya telah mengikuti sejumlah bazar, setidaknya enam kali, sementara kegiatan pasar atau market yang diikuti sudah memasuki sekitar ketujuh atau kedelapan kalinya.

Dari berbagai kegiatan tersebut, ia melihat adanya pelanggan yang kembali membeli produk Tuna Bowl. Bahkan, pelanggan yang sebelumnya sudah mencoba beberapa menu mulai memiliki pilihan favorit masing-masing.

“Mereka sudah tahu rasanya. Mereka selalu bilang rasanya sama, tidak berubah,” tutur Salsa.

Menawarkan Menu Sesuai Kebutuhan Pelanggan

Tuna Bowl uga memberikan keleluasaan bagi pelanggan dalam memilih menu. Pemesanan dapat dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan, termasuk untuk keperluan nasi kotak.

Melalui media sosial Instagram, pelanggan dapat melihat katalog menu dan harga yang tersedia. Pilihan menu tidak hanya berupa olahan tuna dan Sate Garut, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai pilihan makanan pendamping.

Beberapa pilihan sayuran yang tersedia antara lain capcay dan oseng buncis. Pelanggan juga dapat memilih asinan sebagai pelengkap makanan untuk memberikan cita rasa yang lebih segar.

Konsep pemesanan tersebut membuat pelanggan dapat menyesuaikan isi pesanan berdasarkan selera dan kebutuhan mereka.

Dari Dapur Kecil Menuju Bisnis yang Lebih Mandiri

Dalam Obrolan santai bersama Pro 4 Ambon (Foto: RRI)

Bagi Salsa, perjalanan Tuna Bowl. Masih berada pada tahap awal. Dengan usia usaha yang baru sekitar satu tahun, ia masih terus belajar memahami proses bisnis sekaligus mengembangkan kemampuan dalam mengolah produk.

Ke depan, Salsa berharap dapat semakin mandiri dalam menentukan resep dan menjaga kualitas produknya. Pengalaman berjualan melalui bazar dan market menjadi bagian penting dalam proses tersebut karena memberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan.

Perjalanan Tuna Bowl menunjukkan bahwa sebuah usaha dapat berawal dari dapur sederhana dan berkembang melalui proses belajar, dukungan keluarga, konsistensi rasa, serta kemampuan membaca kebutuhan pelanggan.

Bagi Salsa, dukungan sang ibu menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Dari dapur keluarga itulah Tuna Bowl mulai dibangun dan perlahan diperkenalkan kepada masyarakat sebagai usaha kuliner yang terus berkembang.

Penulis : Heintje Pietersz

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....