Wetar Barat dan Ataúro Buka Peluang Perdagangan Lintas Batas

  • 01 Okt 2026 09:47 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Tiakur - Kerja sama perdagangan lintas batas antara Indonesia dan Timor-Leste terus diperkuat melalui rencana pelaksanaan Ataúro Weekly Export Market pada Oktober 2026. Camat Wetar Barat, Frangky Nahakwain memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan dengan Pemerintah Ataúro untuk membahas persiapan kegiatan tersebut.

Pertemuan yang berlangsung di Ataúro turut dihadiri Presiden Otoritas Administratif Ataúro dan Menteri Perdagangan dan Industri Timor-Leste, Nino Pereira. Pembahasan difokuskan pada peluang pengembangan perdagangan lintas batas serta akses pasar bagi produk lokal kedua wilayah.

Frangky Nahakwain menyambut baik rencana Ataúro Weekly Export Market sebagai ruang untuk memperkuat hubungan perdagangan dan kerja sama ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan. Menurutnya, kedekatan geografis Wetar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan Ataúro menjadi modal penting dalam mengembangkan hubungan ekonomi kedua wilayah.

"Kedekatan geografis ini menjadi modal penting untuk membangun hubungan ekonomi yang lebih erat," ujarnya.

Dikatakan, komunikasi dan kerja sama antarpemerintah maupun masyarakat perlu terus dikembangkan untuk membuka peluang pemasaran produk lokal. Kondisi tersebut juga dapat dimanfaatkan pelaku usaha di wilayah perbatasan untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing.

Sementara itu, Menteri Perdagangan dan Industri Timor-Leste, Nino Pereira menyebut Ataúro Weekly Export Market memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan produk lokal sekaligus membuka peluang pengembangan ekspor. Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Pemerintah Konstitusional IX Timor-Leste melalui Kementerian Perdagangan dan Industri.

Pemerintah Timor-Leste juga menilai peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, pengemasan, serta pemenuhan standar pasar internasional menjadi hal penting bagi pelaku usaha. Upaya itu diperlukan agar produk lokal mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Penguatan perdagangan melalui Ataúro Weekly Export Market diharapkan tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga mempererat hubungan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan. Kerja sama tersebut menjadi ruang bagi Indonesia dan Timor-Leste untuk mengembangkan potensi produk lokal sekaligus memperkuat hubungan kedua wilayah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....