Pakaian Bekas Impor Tetap Diminati, Pedagang Mardika Andalkan Harga Terjangkau
- 25 Agt 2026 12:36 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Perdagangan pakaian bekas impor atau yang dikenal masyarakat sebagai cakar bongkar masih berlangsung di kawasan Mardika Ambon. Selain menawarkan harga yang relatif murah, keberadaan pakaian bekas tersebut menjadi sumber penghasilan bagi sejumlah pedagang yang telah menjalankan usaha itu selama bertahun-tahun.
Salah seorang pedagang, Abdul, mengaku telah berjualan pakaian bekas impor di Mardika selama sekitar 15 tahun. Ia mengatakan barang dagangannya diperoleh melalui pemasok dari luar Maluku dan diterima dalam bentuk koli atau karung besar, dengan harga yang bervariasi tergantung kondisi dan jenis barang.
Menurut Abdul, pakaian bekas yang dijualnya masih memiliki peminat karena harganya relatif terjangkau, mulai sekitar Rp20 ribu per potong. Dalam kondisi ramai pembeli, pendapatannya dari berjualan dapat mencapai sekitar Rp2 juta per hari, sementara saat sepi omzetnya berkisar Rp600 ribu hingga Rp1 juta.
Abdul mengaku mengetahui adanya ketentuan pemerintah yang melarang perdagangan pakaian bekas impor. Namun, aktivitas tersebut hingga kini masih dijalankan oleh pedagang. Ia juga menyebut adanya penarikan retribusi di lokasi berjualan. Bagi dirinya, usaha tersebut tetap menjadi sumber mata pencaharian selama belum ada penutupan atau penertiban dari pemerintah.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Saida, mengatakan dirinya cukup sering membeli pakaian cakar bongkar karena harganya lebih murah dan sesuai untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam sekali berbelanja, ia biasanya mengeluarkan sekitar Rp150 ribu untuk mendapatkan tiga hingga empat potong pakaian. Sebelum digunakan, pakaian yang dibeli terlebih dahulu direndam dan dicuci menggunakan deterjen antibakteri hingga benar-benar bersih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....