Pelaku Ekonomi Antusias Ikuti Program Bakudapa UMKM Berkualitas & Berdaya Saing

  • 11 Agt 2026 12:42 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Ambon didorong untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha agar mampu bersaing di tengah ketatnya arus pasar. Hal tersebut ditegaskan Ketua Umum P3 KLBIJ Kota Ambon, Dr. Yasmin Seif, S.H., M.BA., dalam kegiatan Bakudapa UMKM Berkualitas dan Berdaya Saing pada Selasa, 11 Agustus 2026. Menurutnya, UMKM di Ambon perlu "naik kelas" tidak hanya dari peningkatan omzet, tetapi juga dari aspek manajemen dan keunggulan kualitas produk.

Yasmin membeberkan bahwa tantangan utama yang kerap dihadapi produk lokal Maluku terletak pada masalah kemasan, kelengkapan legalitas, dan konsistensi mutu. Guna mengatasi persoalan tersebut, P3 KLBIJ menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Koperasi, serta praktisi bisnis untuk memberikan pendampingan langsung. Sinergi lintas lembaga ini dihadirkan agar produk-produk UMKM lokal Ambon memiliki standar yang layak untuk menembus pasar modern hingga pasar ekspor.

Selain kelayakan standar produk, fokus utama lainnya adalah mendorong pelaku UMKM untuk adaptif terhadap digitalisasi dan branding. Para pelaku usaha diimbau melek teknologi, seperti memanfaatkan sistem pembayaran digital, pemasaran media sosial, dan pencatatan keuangan sederhana. Sebagai langkah nyata, P3 KLBIJ telah menyiapkan kelas pelatihan intensif serta klinik bisnis gratis dengan target mencetak 50 UMKM binaan yang siap bersaing di tingkat nasional dalam jangka waktu enam bulan ke depan.

Program Bakudapa ini disambut antusias oleh puluhan pelaku UMKM dari berbagai kecamatan di Kota Ambon. Para peserta mendapatkan materi praktis terkait tata cara pengurusan NIB dan PIRT, teknik pengemasan produk yang menarik, hingga strategi masuk ke jaringan hotel dan restoran. Salah satu peserta pemilik usaha kue sagu bahkan menyatakan komitmennya untuk segera melakukan pembaruan merek (rebranding) dan mendaftarkan sertifikasi halal demi meningkatkan kepercayaan konsumen.

Mengakhiri keterangannya, Yasmin mengimbau seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, sektor swasta, hingga akademisi, untuk terus memperkuat sinergi dalam memajukan sektor UMKM. Ia menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung utama perekonomian Maluku. Penguatan kapasitas UMKM diyakini akan berbanding lurus dengan ketahanan dan pertumbuhan ekonomi Kota Ambon secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....