Harga Beras Naik, Umbi-umbian & Pisang Laris Manis di Pasar Mardika Ambon

  • 28 Mei 2026 18:20 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kenaikan harga beras di pasaran belakangan ini memicu pergeseran pola konsumsi masyarakat di Kota Ambon. Warga kini banyak beralih memburu komoditas pangan lokal seperti umbi-umbian dan pisang sebagai alternatif makanan pokok, yang berdampak pada meningkatnya omset penjualan para pedagang di Pasar Mardika, Ambon.

Seorang pedagang pangan lokal, Mama Evi, mengungkapkan bahwa selain karena faktor lonjakan harga beras, peningkatan jumlah pembeli di lapaknya juga dipicu oleh adanya kebijakan pembongkaran pasar di kawasan Batu Merah. Kondisi tersebut membuat arus konsumen berbondong-bondong beralih belanja ke Pasar Mardika.

Menurutnya, komoditas seperti singkong (kasbi), ubi jalar (patatas), dan pisang menjadi produk yang paling dicari karena harganya yang jauh lebih ekonomis, di mana warga masih bisa membeli dengan sistem paket seharga Rp10.000 per tumpuk.

Perempuan asal Ursana, Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) ini menjelaskan, dirinya melanjutkan usaha dagang almarhumah ibunya yang sudah ditekuni selama 20 tahun. Demi menjaga ketersediaan stok, hampir setiap hari ia harus bolak-balik melintasi Pulau Seram dan Pulau Ambon.

Mama Evi mengumpulkan berbagai hasil bumi langsung dari para petani langganannya di kampung-kampung mulai dari sayuran, umbi-umbian, hingga buah-buahan, untuk kemudian didistribusikan ke Kota Ambon menggunakan truk angkutan.

Dalam menjalankan roda usaha pasokan antar-pulau ini, Mama Evi dibantu oleh adik bungsunya, Onco Rini, bersama sejumlah keponakan dan kerabat. Onco Rini bertugas mengelola lapak jualan di Pasar Mardika secara bergantian saat sang kakak sedang berada di Pulau Seram untuk mengambil barang dagangan.

Rini mengaku aktivitas perdagangan mereka berjalan cukup lancar, meskipun para pedagang kaki lima (PKL) kerap diliputi rasa khawatir apabila sewaktu-waktu ada kebijakan penertiban dari petugas pamong praja.

Lebih lanjut, Rini menambahkan bahwa selain menjual pangan pokok lokal, mereka juga selalu memanfaatkan momentum musiman seperti musim buah durian dan langsat yang melimpah di Pulau Seram. Pasokan buah musiman tersebut nantinya dibawa ke Pasar Mardika untuk langsung dijual kembali secara grosir kepada pedagang eceran (papalele).

Para pedagang berharap, tingginya perputaran ekonomi pangan lokal ini dapat terus didukung dengan stabilitas keamanan dan kenyamanan di lingkungan Pasar Mardika.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....