Dari Pesisir ke Mancanegara, Mimpi Besar Perempuan Pesisir Maluku

  • 27 Mei 2026 08:15 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Kesuksesan Mahina Eco Print membawa karya perempuan pesisir Negeri Laha hingga dikenal di berbagai pameran dan pasar internasional tidak lepas dari campur tangan dan kerjasama Kementerian Kelautan Perikanan KKP Dan WWF lewat project Global Enviroment Facility (GFF6) Project CFI Indonesia (Coastal Fisheries Initiative) ke negeri Laha. Akan tetapi Kesuksesan tersebut tidak membuat para anggotanya cepat berpuas diri. Di balik berbagai pencapaian yang diraih, mereka masih menyimpan mimpi besar untuk masa depan.

Salah satu harapan utama yang disampaikan oleh Maliha The, Ketua Mahina Eco Print Laha adalah memiliki rumah produksi yang lebih layak dan representatif. Selama ini, proses produksi masih dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas milik Pemerintah Negeri Laha, seperti balai desa dan ruang-ruang yang tersedia.

"Kami berharap suatu saat memiliki rumah produksi sendiri yang benar-benar menjadi milik Mahina, sehingga aktivitas produksi bisa berjalan lebih optimal," ungkapnya.

Selain itu, mereka juga berharap adanya perhatian yang lebih besar dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), instansi pemerintah, maupun pemangku kepentingan lainnya terhadap perkembangan UMKM lokal.

Menurut mereka, dukungan tidak hanya berupa pengakuan bahwa UMKM tersebut ada, tetapi juga melalui program-program pemberdayaan yang berkelanjutan, pelatihan, pendampingan, hingga perluasan akses pasar.

"Kalau produk kami semakin dikenal dan penjualannya semakin baik, tentu akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan anggota dan keluarga mereka," katanya.

Hingga saat ini, sebagian besar kegiatan dan pengembangan usaha Mahina Eco Print masih dilakukan secara mandiri. Karena itu, dukungan berbagai pihak dinilai penting untuk membantu UMKM perempuan pesisir berkembang lebih jauh.

Menjaga Solidaritas dan Semangat Berkarya

Selain harapan terhadap dukungan eksternal, para anggota juga memiliki harapan yang tumbuh dari dalam kelompok mereka sendiri.

Mereka ingin Mahina Eco Print tetap menjadi komunitas yang solid, saling mendukung, dan terus bertumbuh bersama.

"Kami ingin tetap saling menguatkan saat menghadapi kesulitan, tetap rendah hati saat berhasil, dan tidak pernah menyerah dalam berkarya," ujar Sintawati.

Bagi mereka, keberhasilan bukan hanya soal keuntungan ekonomi, tetapi juga tentang membangun kepercayaan diri perempuan, memperkuat kebersamaan, dan membuktikan bahwa perempuan pesisir memiliki kemampuan untuk menciptakan perubahan.

Pesan untuk Perempuan Maluku

Menutup wawancara, para anggota Mahina Eco Print menyampaikan pesan kepada perempuan-perempuan Maluku yang ingin memulai usaha kreatif.

Mereka mengajak para perempuan untuk tidak takut mencoba hal baru, terus belajar, dan percaya pada kemampuan diri sendiri.

"Jangan merasa tidak bisa sebelum mencoba. Semua keterampilan bisa dipelajari. Yang penting mau belajar, mau bekerja keras, dan tidak mudah menyerah," pesan mereka.

Menurut mereka, setiap perempuan memiliki potensi untuk berkembang dan menghasilkan karya yang bermanfaat. Kreativitas dapat lahir dari lingkungan sekitar, bahkan dari hal-hal sederhana yang sering dianggap tidak bernilai.

Kisah Mahina Eco Print menjadi bukti bahwa perempuan pesisir yang sebelumnya hanya dikenal sebagai ibu rumah tangga kini mampu menghasilkan produk kreatif, membuka peluang ekonomi, serta memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Maluku ke panggung yang lebih luas.

Dari dedaunan yang tumbuh di sekitar kampung hingga produk yang dipamerkan kepada dunia, Mahina Eco Print telah menunjukkan bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari tempat yang sederhana. Dan dari pesisir Maluku, perempuan-perempuan tangguh itu terus membuktikan bahwa karya lokal memiliki kekuatan untuk mendunia.

"Kalau Mahina bisa, maka perempuan Maluku lainnya juga bisa."

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....