Mahina Eco Print Buktikan Perempuan Maluku Bisa Berkarya dan Mandiri
- 27 Mei 2026 08:10 WIB
- Ambon
Bagi sebagian orang, daun hanyalah bagian dari alam yang sering terabaikan. Namun di tangan para perempuan pesisir yang tergabung dalam Mahina Eco Print di Negeri Laha, Kota Ambon, daun-daun tersebut berubah menjadi karya seni bernilai ekonomi tinggi yang kini dikenal hingga berbagai daerah bahkan mancanegara.
Di balik keberhasilan itu, tersimpan kisah perjuangan para ibu rumah tangga yang harus membagi waktu antara mengurus keluarga dan mengembangkan usaha kreatif.
"Kami biasanya bekerja hari Sabtu dan Minggu mulai jam sebelas siang. Itu setelah semua pekerjaan rumah selesai dan keluarga sudah makan," ujar salah satu anggota Mahina Eco Print.
Pemilihan waktu tersebut bukan tanpa alasan. Sebagian besar anggota merupakan ibu rumah tangga yang tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas utama. Setelah tugas domestik selesai, barulah mereka berkumpul untuk memproduksi kain eco print.
Proses produksi sendiri membutuhkan kesabaran. Mulai dari penyusunan daun, penggulungan kain hingga proses pengukusan yang dapat berlangsung selama dua jam. Setelah itu, kain masih harus melalui tahapan penyimpanan dan fiksasi warna sebelum siap digunakan.
Belajar dan Naik Kelas
Bagi para anggota, Mahina Eco Print bukan hanya soal menghasilkan produk, tetapi juga menjadi ruang belajar yang membuka peluang baru.
"Dari kegiatan ini kami mendapat keterampilan, pengalaman, dan kepercayaan diri. Skill yang kami dapatkan menjadi tiket untuk naik kelas," kata mereka.
Keterampilan tersebut membuat para perempuan pesisir yang sebelumnya hanya dikenal sebagai ibu rumah tangga kini memiliki kemampuan yang dicari banyak orang. Bahkan mereka mulai dipercaya memberikan pelatihan kepada berbagai instansi.
Beberapa lembaga yang pernah mengikuti pelatihan eco print antara lain instansi pemerintah dan kelompok masyarakat yang ingin mempelajari teknik pewarnaan alami berbasis lingkungan.
Perempuan Harus Berdaya
Dalam wawancara tersebut, para anggota Mahina Eco Print juga menegaskan pentingnya perempuan memiliki keterampilan ekonomi kreatif.
Menurut mereka, perempuan tidak harus sepenuhnya bergantung pada orang lain untuk berkembang. Dengan keterampilan yang dimiliki, perempuan dapat menjadi lebih mandiri, produktif, dan mampu membantu perekonomian keluarga.
"Perempuan memiliki potensi yang sangat besar. Yang penting mau belajar dan terus berkembang," ujar salah seorang anggota.
Mereka juga percaya bahwa kemampuan berkarya akan meningkatkan kepercayaan diri perempuan dan memberikan contoh positif bagi generasi muda.
"Kami ingin menunjukkan kepada anak-anak bahwa mama mereka juga bisa menghasilkan karya yang membanggakan," tambahnya.
Produk Mahina Kini Hadir di Berbagai Gerai
Saat ini produk-produk Mahina Eco Print telah dipasarkan melalui sejumlah gerai di Maluku, di antaranya:
- Bandara Pattimura melalui Gerai Baileo
- Hotel Santika Premiere Ambon melalui gerai suvenir
- Toko oleh-oleh lokal di Ambon
- Beberapa pusat penyelaman (dive center) di kawasan Laha
- Gerai Dekranasda Kota Ambon dan Provinsi Maluku
Produk yang dipasarkan meliputi kain eco print, syal, tote bag, topi, pakaian, hingga berbagai aksesori berbahan alami.
Menurut mereka, wisatawan mancanegara menjadi salah satu pasar yang sangat tertarik dengan produk eco print karena konsepnya yang ramah lingkungan dan memanfaatkan bahan-bahan alami.
Kekaguman yang Menjadi Motivasi
Salah satu hal yang paling berkesan bagi anggota Mahina Eco Print adalah reaksi orang-orang yang melihat proses pembuatan eco print untuk pertama kali.
"Banyak yang tidak menyangka daun biasa bisa menghasilkan motif yang begitu indah. Mereka selalu kagum ketika melihat hasil akhirnya," cerita mereka.
Kekaguman tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi para perempuan pesisir untuk terus berkarya dan mengembangkan usaha mereka.
Melalui Mahina Eco Print, perempuan-perempuan Negeri Laha membuktikan bahwa kreativitas, semangat belajar, dan kerja sama dapat mengubah sesuatu yang sederhana menjadi produk bernilai tinggi. Dari pesisir Maluku, karya mereka kini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Indonesia kepada dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....