Karya Istri Nelayan Negeri Laha, Tingkatkan Ekonomi Keluarga, Lestarikan Alam
- 26 Mei 2026 17:14 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Di tengah kehidupan masyarakat pesisir yang bergantung pada hasil laut, sekelompok perempuan di Negeri Laha, Kota Ambon, membuktikan bahwa kreativitas dapat menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi. Melalui UMKM Mahina Eco Print, mereka mengubah daun-daun yang selama ini dianggap biasa menjadi karya bernilai seni tinggi yang bahkan telah dipamerkan hingga ke luar negeri.
Mahina Eco Print merupakan kelompok usaha yang beranggotakan 14 perempuan pesisir, sebagian besar merupakan istri nelayan. Kehadiran UMKM ini berawal dari keprihatinan terhadap kondisi ekonomi keluarga nelayan yang sering kali tidak menentu, terutama saat musim paceklik atau cuaca buruk yang membuat aktivitas melaut berkurang.
"Sebagian besar masyarakat Laha bekerja sebagai nelayan. Ketika hasil tangkapan berkurang, pendapatan keluarga juga ikut menurun. Dari situlah muncul gagasan untuk memberdayakan ibu-ibu agar memiliki sumber penghasilan tambahan," ungkap Maliha The, Ketua Mahina Eco Print Laha, ketika diundang RRI Pro 4 dalam program acara Paparisa Papalele pagi tadi, Selasa 6 Mei 2026.
Perjalanan membangun kelompok usaha tersebut tidaklah mudah. Selain harus menyatukan visi para anggota, sebagian besar perempuan yang tergabung merupakan ibu rumah tangga berusia lanjut yang sebelumnya belum pernah terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif.
"Dulu ibu-ibu hanya berkumpul untuk berbincang. Sekarang setiap kali berkumpul, kami menghasilkan karya. Itu yang membuat kami bangga," Lebih lanjut, Sekertaris Mahina Laha, Sintawati.
Melalui teknik eco print, berbagai jenis daun dan bahan alami diolah menjadi motif unik pada kain. Hasilnya kemudian dikembangkan menjadi berbagai produk seperti tas, topi, pakaian, hingga aksesori yang memiliki ciri khas tersendiri.
Menariknya, bahan baku yang digunakan berasal dari lingkungan sekitar. Daun-daun yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai ekonomi kini justru menjadi sumber penghasilan bagi para perempuan pesisir.
"Dulu mungkin daun-daun itu hanya dianggap sampah atau mengotori lingkungan. Sekarang justru dari daun-daun itulah kami bisa menghasilkan karya yang bernilai," katanya.
Keberhasilan Mahina Eco Print tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi para anggotanya, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri perempuan pesisir. Dari yang sebelumnya hanya menjalankan aktivitas rumah tangga, kini mereka mampu menghasilkan produk kreatif yang dikenal luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....