Literasi Keuangan Perkuat Ketahanan UMKM Perempuan Perikanan Maluku
- 04 Mei 2026 11:07 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Dosen Manajemen Keuangan dari Universitas Pattimura, Dr. Maria Esomar,SE.,MSc menekankan pentingnya literasi keuangan dalam memperkuat ketahanan dan keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan di sektor perikanan di Maluku. Hal ini disampaikannya dalam wawancara bersama RRI, Senin, 4 Mei 2026.
Menurutnya, literasi keuangan menjadi fondasi utama bagi pelaku UMKM perempuan, khususnya yang bergerak di bidang pengolahan hasil perikanan seperti ikan asar. Dengan pemahaman yang baik mengenai pencatatan keuangan, pengelolaan arus kas, serta perencanaan usaha, pelaku UMKM dapat lebih siap menghadapi dinamika pasar yang tidak menentu.
Ia menjelaskan, sektor perikanan memiliki karakteristik yang sangat bergantung pada kondisi alam. Fluktuasi hasil tangkapan, perubahan cuaca, hingga dampak perubahan iklim menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi. Dalam kondisi tersebut, kemampuan mengelola keuangan secara bijak menjadi kunci agar usaha tetap bertahan.
Namun demikian, perempuan pelaku UMKM masih menghadapi berbagai kendala dalam penerapan literasi keuangan. Selain keterbatasan akses terhadap informasi dan layanan keuangan, mereka juga kerap dihadapkan pada beban ganda antara mengelola usaha dan tanggung jawab domestik, yang berdampak pada terbatasnya waktu untuk meningkatkan kapasitas diri.
Dari perspektif manajemen keuangan, Dr. Maria menekankan pentingnya penerapan model keuangan yang sederhana namun efektif. Di antaranya adalah pemisahan antara keuangan usaha dan rumah tangga, penyusunan anggaran berbasis siklus produksi, serta penyediaan dana cadangan untuk mengantisipasi risiko yang tidak terduga.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa pendidikan dan pelatihan manajemen keuangan harus terus diperkuat. Program yang disusun secara kontekstual dan berkelanjutan dinilai mampu meningkatkan kemampuan perempuan dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha yang lebih stabil dan berdaya saing.
Terkait akses terhadap pendanaan, ia mengungkapkan bahwa masih terdapat sejumlah hambatan yang dihadapi UMKM perempuan di Maluku, seperti keterbatasan agunan, rendahnya literasi terhadap produk keuangan, serta prosedur perbankan yang relatif kompleks. Oleh karena itu, ia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan institusi pendidikan untuk menghadirkan skema pembiayaan yang lebih inklusif dan ramah bagi perempuan pelaku UMKM di sektor perikanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....