Bazar HBP Ke-62, Lapas Namlea Pamerkan Produk Khas Pulau Buru
- 11 Apr 2026 05:37 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID,Ambon - Semarak Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-62 digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku melalui bazar produk warga binaan dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai Lapas dan Rutan se-Maluku, Jumat 10 April 2026.
Sebagai salah satu ajang untuk mempromosikan hasil dari tangan-tangan kreatif warga binaan, bazar tersebut ramai diserbu pengunjung baik tamu undangan maupun masyarakat sekitar. Salah satu yang menjadi daya tarik adalah produk khas dari daerah pulau buru yang ditampilkan stan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea.
Dalam kesempatan itu, Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy menyampaikan pihaknya memamerkan salah satu produk unggulannya yakni minyak kayu putih 86.
Minyak kayu putih yang sempat menjadi produk terlaris secara nasional dalam ajang Indonesian Prisons Products and Art Festival (IPPA Fest) 2025 itu ditampilkan Lapas Namlea sebagai produk kesehatan yang telah banyak dikenali masyarakat.
"Kegiatan ini adalah sarana untuk mempromosikan karya-karya warga binaan khususnya dari Lapas Namlea melalui produk kebanggaannya minyak kayu putih. Produk asli dari daerah berjuluk bumi bupolo ini dihasilkan dan dibuat sendiri oleh warga binaan dari program pembinaan kemandirian yang telah kami gencarkan," ungkap Marasabessy.
Selain minyak kayu putih, Lapas Namlea juga menampilkan karya warga binaan lainnya seperti Virgin Coconut Oil (VCO) dan kerajinan tangan berbahan limbah plastik, seperti tas rajut, songkok, dan peci.
"VCO merupakan minyak kelapa murni yang diekstrak dari daging kelapa segar tanpa proses kimiawi sedikit pun yang kaya akan manfaat. Disamping itu, kita juga memamerkan kerajinan yang dibuat dari hasil kreativitas warga binaan," tambahnya.
Keunikan dan kearifan lokal yang ditampilkan Lapas Namlea melalui produknya tak luput dari perhatian Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Bersama tamu undangan yang hadir, ia mengapresiasi Lapas Namlea yang telah memberdayakan warga binaan menjadi produktif dan berhasil menciptakan produk dengan ciri khasnya tersendiri.
"Bazar ini adalah ajang untuk membuktikan bahwa kreativitas tidak bisa dikekang oleh jeruji besi. Produk-produk yang dihasilkan warga binaan Lapas Namlea serta UPT lainnya merupakan output positif dari pembinaan yang mereka jalani selama masa pidana," tutur Ricky.
Selain sebagai momen seremonial dalam rangka memperingati HBP Ke-62, bazar ini juga merupakan salah satu implementasi 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk memasarkan produk warga binaan melalui koperasi dan UMKM.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....