Gara-Gara FOMO, UMKM Bisa Cuan Berlipat, Bisa juga Boncos!

  • 29 Mar 2026 10:27 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Hidup di era digital sekarang tuh serba instan. Mau ngobrol, nyari info, sampai promosi barang, semua bisa digeber lewat gawai. Tidak heran kalau tren di media sosial berganti bakalan ganti baju. Buat anak muda, khususnya Gen Z, pasti sudah tidak asing lagi sama yang namanya Fear Of Missing Out atau FOMO.

FOMO tuh momen di mana kita deg-degan takut ketinggalan tren. Biasanya muncul pas lihat sesuatu lagi viral di timeline. Nah, kondisi psikologis ini ternyata jadi ladang cuan manis buat sebagian UMKM. Pas produk mereka kebetulan jadi tren, duit bisa mengalir deras.

Influencer: Pahlawan Baru di Balik Layar

Gimana caranya biar produk UMKM bisa viral? Banyak yang sekarang ngandalin jasa influencer. Para influencer ini punya jurus jitu, ngajak audiens dengan cara yang relatable, misalnya pakai produk tersebut di keseharian mereka. Ditambah lagi dengan cerita soal keunggulan produk, plus kadang dikasih tutorial biar makin melek.

“Kalau lihat influencer punya jutaan pengikut, otomatis kita lebih percaya, ‘wah, produk ini pasti oke nih’,” begitu kurang lebih kata kebanyakan konsumen. Kalau promosinya rame dan dapet timing yang tepat, produk tersebut bisa meledak jadi viral, terutama di kalangan Gen Z yang memang paling aktif di sosial media.

Cuan Menggiurkan, Tapi Ada Risiko di Balik Layar

Strategi ini memang jitu banget buat ngejar profit. Konsumen jadi lebih percaya diri buat beli produk yang lagi viral, dan UMKM pun bisa panen untung. Sayangnya, kenaikan omzet ini tidak selamanya awet. Ada satu faktor krusial yang sering jadi penentu, kualitas produk.

Banyak kasus di mana barang yang dipromosikan sama influencer ternyata beda sama yang sampe di tangan konsumen. Akibatnya? Kepercayaan publik ambruk, cuan yang tadinya naik drastis malah boncos kena imbasnya. Reputasi UMKM pun ikut terancam.

Solusi Biar Tetep Untung dan Enggak Jadi Bumerang

Biar fenomena FOMO ini tidak cuma jadi angin surga sesaat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bareng-bareng:

  1. UMKM: Jujur Itu Kunci. Promosi lewat influencer harus berdasarkan kondisi asli produk. Jangan cuma ngejar endorse mentereng, tapi produknya juga perlu ditingkatkan kualitasnya. Biar yang datang beli bukan cuma karena FOMO, tapi karena emang barangnya bagus.
  2. Influencer: Jangan Overclaim. Influencer juga punya tanggung jawab moral. Kasih promosi yang menarik itu boleh, tapi jangan sampai melebih-lebihkan. Konsumen akan lebih menghargai kejujuran daripada gimmick yang bombastis.
  3. Konsumen: Beli Pakai Mata Hati, Bukan Mata Sosmed. Buat kita yang suka belanja online, penting banget buat lebih selektif. Jangan cuma karena viral atau takut ketinggalan tren, langsung add to cart. Cek manfaatnya, bandingkan kualitasnya, dan pastikan belanja sesuai kebutuhan, bukan sekadar ikut-ikutan.

Pada akhirnya, FOMO bisa jadi senjata makan tuan kalau nggak dikelola dengan bijak. Tapi kalau semua pihak. UMKM, influencer, dan konsumen punya kesadaran yang sama, fenomena ini bisa jadi peluang emas yang saling menguntungkan. Jadi, lebih cerdas dalam menyikapi tren digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....