Kenali Thrifting dan Preloved
- 12 Feb 2026 18:40 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Istilah preloved dan thrifting semakin populer di kalangan masyarakat, khususnya anak muda, dalam tren belanja pakaian bekas yang dinilai lebih hemat dan ramah lingkungan. Kedua istilah ini sering dianggap sama, padahal memiliki perbedaan dari segi konsep dan cara penjualannya. Tren ini juga semakin berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup berkelanjutan.
Preloved merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut barang bekas yang sebelumnya telah dimiliki dan digunakan seseorang, kemudian dijual kembali dalam kondisi yang masih layak pakai. Biasanya, barang preloved dijual dengan kondisi yang masih sangat baik, bahkan ada yang masih terlihat seperti baru. Barang-barang preloved sering dijual langsung oleh pemiliknya atau melalui toko khusus yang menyeleksi kualitas produk sebelum dijual kembali.
Sementara itu, thrifting lebih dikenal sebagai aktivitas berburu barang bekas di toko thrift atau pasar khusus barang bekas. Barang yang dijual di toko thrifting biasanya berasal dari berbagai sumber, seperti sumbangan, impor pakaian bekas, maupun stok lama dari berbagai tempat. Kondisi barang thrift cenderung lebih beragam, mulai dari yang masih sangat bagus hingga yang membutuhkan sedikit perbaikan.
Menurut Icha kepada RRI Ambon mengatakan dirinya lebih menyukai berbelanja pakaian secara thrifting. Ia menilai selain harganya lebih murah, kualitas pakaian thrift juga cukup bagus dan masih layak digunakan. Tren thrifting menurutnya juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pakaian bermerek dengan harga yang lebih terjangkau.
Dari segi harga, barang preloved umumnya memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan thrifting. Hal ini karena barang preloved biasanya memiliki kualitas yang lebih terjaga dan seringkali berasal dari merek tertentu. Sedangkan barang thrift dikenal memiliki harga yang lebih terjangkau sehingga menarik minat masyarakat yang ingin tampil modis dengan biaya yang lebih hemat.
Selain faktor ekonomi, tren preloved dan thrifting juga didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengurangan limbah tekstil. Dengan membeli barang bekas yang masih layak pakai, masyarakat turut berkontribusi dalam mengurangi penumpukan sampah pakaian serta mendukung konsep daur ulang dalam industri fesyen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....