Usaha Kecil Terus Bertahan Meski Harga Melonjak
- 10 Jul 2025 14:28 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Kenaikan harga kelapa di Kota Ambon kini berdampak pada usaha kecil seperti yang dijalani Olla Talahatu, penjual jajanan pagi.
Olla memulai aktivitasnya sejak pukul 4 sore untuk berbelanja bahan-bahan di pasar. Kemudian, pukul 9 malam hingga jelang pagi, ia mulai memproses aneka kue untuk dijual pukul 7 pagi.
Menu andalannya mencakup roti pisang, roti kacang, roti cokelat, roti selai nenas, roti goreng balur gula merah dan gula putih, panakuk unti, bubengka, tart labu, tart pisang, serta ketupat santan sambal kelapa.

Ketupat santan sambal kelapa Olla Talahatu kini belum bisa dijual karena mahalnya harga kelapa. (Foto : RRI/Joe Souruy)
Namun saat ini, Olla terpaksa menghentikan produksi ketupat santan sambal kelapa karena harga kelapa yang melonjak tajam dan bertahan lama.
"Untuk membuat 50 buah ketupat, saya butuh 3 kelapa besar dan 2,5 kilo beras. Sekarang kelapa ukuran besar harganya Rp10.000 per buah. Kalau saya jual ketupat Rp2.500, tidak mungkin juga. Apalagi masaknya lama dan butuh minyak tanah juga," ujar Olla kepada RRI, Rabu (10/7/2025).
Ia mengaku banyak pelanggan sudah menanyakan soal ketupat buatannya, namun hingga kini belum bisa memproduksi kembali.
"Heran juga, kenapa harga kelapa bisa mahal begini dan bertahan cukup lama. Semoga bisa turun, supaya kami penjual kecil bisa tetap bertahan," ucapnya.
Kisah Olla menjadi gambaran nyata perjuangan para pelaku usaha mikro dalam menghadapi fluktuasi harga bahan pokok. Dukungan dan perhatian terhadap UMKM seperti ini sangat dibutuhkan agar mereka tetap dapat menghidupi keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....