Pemkot Tual Dorong Pengembangan UMKM Pangan Lokal
- 07 Jun 2025 16:42 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon : Pemerintah Kota (Pemkot) Tual melalui Dinas Ketahanan Pangan terus mendorong pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis pangan lokal. Hal ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tual, Darnawati Amir, menjelaskan bahwa pangan lokal memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap optimal.
"Kita sering menganggap pangan lokal hanya sebagai konsumsi sehari-hari di wilayah sendiri, padahal dengan pengolahan yang tepat, produk ini bisa bersaing di pasar yang lebih luas," ujarnya dalam wawancara eksklusif.
Darnawati mencontohkan salah satu produk unggulan Kota Tual, yaitu olahan pangan berbahan dasar lokal yang melalui proses tradisional. "Dengan teknik sederhana seperti perendaman dan pemanasan, kandungan berbahaya dalam bahan pangan bisa berkurang hingga 80-90%, sehingga aman dikonsumsi," jelasnya.
Namun, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. "Tantangannya adalah bagaimana membuat produk ini diterima secara luas, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional bahkan global," tambahnya.
Untuk mempercepat pengembangan UMKM pangan lokal, Pemerintah Kota Tual telah melakukan beberapa langkah, antara lain:
- Pendampingan Teknis – Pelaku UMKM dibimbing dalam hal budidaya, pengolahan, hingga pemasaran.
- Peningkatan Kemasan dan Standar Mutu – Produk didorong untuk memiliki kemasan menarik dan memenuhi standar keamanan pangan.
- Regulasi Pendukung – Kebijakan seperti mewajibkan penggunaan pangan lokal dalam acara resmi pemerintah dan sekolah sedang digodok.
"Kami juga bekerja sama dengan Dinas Pertanian, Perikanan, Koperasi, serta lembaga keuangan untuk memberikan akses permodalan dan pelatihan," ungkap Darnawati.
Beberapa pelaku UMKM di Kota Tual telah menunjukkan perkembangan positif. "Beberapa produk seperti olahan kelapa dan umbi-umbian sudah dikemas secara modern dan laku dijual, bahkan mencapai omzet hingga Rp15 juta per bulan," tuturnya.
Namun, ia menekankan pentingnya inovasi agar produk tidak hanya dinikmati dalam acara adat, tetapi juga menjadi sumber pendapatan harian. "Kita harus memastikan pangan lokal tidak hanya jadi konsumsi sesaat, tapi bisa menjadi tumpuan ekonomi keluarga," tegas Darnawati.
Darnawati berharap semua pihak, termasuk swasta dan BUMN, dapat mendorong pemanfaatan pangan lokal. "Ini bukan hanya urusan ketahanan pangan, tetapi juga pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat," pungkasnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Kota Tual optimistis dapat menjadikan pangan lokal sebagai tulang punggung ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....