Ancaman Siber AI Mutakhir, Perbankan Global Siaga Satu, Layanan ATM Terancam Tutup
- 28 Jul 2026 21:16 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID. Jakarta - Industri perbankan dan otoritas keuangan global kini berada dalam posisi siaga satu menghadapi ancaman serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru. Kehadiran model AI super canggih seperti Claude Mythos besutan Anthropic dilaporkan memicu kepanikan besar karena mampu mengendus ribuan kerentanan sistem dalam hitungan detik, yang dapat dimanfaatkan peretas untuk membobol sistem keamanan bank, jaringan ATM, hingga aplikasi mobile banking.
Sebagaimana dikutip dari CNBC Indonesia, peringatan keras telah dikeluarkan oleh berbagai regulator keuangan dunia. Otoritas Pengawas Lembaga Keuangan Kanada (OSFI) menyurati jajaran direksi perbankan setempat setelah mendapati bahwa AI tingkat lanjut ini secara drastis memangkas waktu mitigasi risiko, dari yang semula hitungan bulan atau tahun menjadi hanya beberapa jam. Peringatan senada juga digaungkan oleh pejabat tinggi Amerika Serikat, Inggris, Hong Kong, hingga Bank Sentral Eropa (ECB).
Di Asia, Ketua Asosiasi Perbankan Jepang sekaligus Presiden Mizuho Bank, Masahiko Kato, menyatakan bahwa lembaga keuangan di Jepang kemungkinan harus mengambil langkah ekstrem. Bank-bank di Jepang bersiap menangguhkan sementara layanan krusial seperti jaringan ATM dan mobile banking secara proaktif jika situasi memburuk.
"Ada kekhawatiran nyata mengenai lonjakan serangan siber tingkat tinggi yang jauh melampaui prediksi kita. Penangguhan jaringan ATM murni merupakan langkah darurat demi melindungi aset para nasabah," ujar Kato dalam keterangannya.
Pihak Anthropic sendiri tidak menampik potensi bahaya ini. Saat pengujian, model Mythos terbukti sangat mahir menemukan celah keamanan pada perangkat lunak perbankan lama (legacy systems) yang sudah berusia puluhan tahun. Jika teknologi ini jatuh ke tangan kelompok kriminal siber, sistem keamanan perbankan secanggih apa pun berisiko jebol seketika.
Untuk merespons "kiamat siber" ini, bank-bank besar dunia kini bergerak cepat membatasi penggunaan alat AI pihak ketiga. Industri perbankan juga dipaksa menyuntikkan investasi miliaran dolar demi membangun sistem pertahanan berbasis AI mandiri untuk melawan serangan AI siber secara real-time.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....