Bank Maluku-Maluku Utara Perketat Pengawasan, Cegah Risiko Eksternal

  • 05 Mei 2026 18:38 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID.Ambon-PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Maluku dan Maluku Utara (Bank Maluku Malut) berkomitmen meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko operasional di sektor teknologi informasi (IT). Langkah strategis ini diambil guna memastikan seluruh sistem perbankan tetap aman dari berbagai ancaman, baik yang bersumber dari gangguan teknis internal maupun serangan siber dari pihak luar yang dapat merugikan institusi dan nasabah.

Direktur PT Bank Maluku - Maluku Utara, Syahrisal Imbar, menegaskan bahwa mitigasi risiko IT kini menjadi prioritas utama di tengah percepatan digitalisasi perbankan. Beliau menyampaikan bahwa setiap celah keamanan harus ditutup rapat melalui audit sistem yang berkala dan pembaruan infrastruktur teknologi. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir potensi kegagalan operasional yang dapat mengganggu stabilitas layanan perbankan di wilayah Maluku dan Maluku Utara.

Dalam pernyataannya pada Selasa, 5 Mei 2026, Syahrisal menekankan pentingnya kontrol yang ketat terhadap akses data dan transaksi. Menurutnya, manajemen tidak hanya fokus pada pengamanan dari peretas (eksternal), tetapi juga memperkuat integritas sistem di lingkup internal. Pengawasan berlapis diharapkan mampu mendeteksi sedini mungkin adanya anomali atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi menyebabkan kebobolan data maupun finansial.

Upaya preventif ini dilakukan demi menjaga kepercayaan masyarakat yang selama ini menjadi pilar utama pertumbuhan bank daerah. Syahrisal Imbar menginstruksikan seluruh jajaran divisi IT dan operasional untuk tetap siaga dan responsif terhadap dinamika ancaman siber yang terus berkembang. Kontrol ketat ini dipandang sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional Bank Maluku Malut dalam melindungi aset serta kepentingan para nasabahnya.

Melalui penguatan tata kelola IT yang komprehensif, Bank Maluku Malut optimistis dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan. Fokus pada aspek keamanan ini diharapkan menjadi standar baru dalam operasional perbankan di daerah, sekaligus memastikan bahwa transformasi digital yang dijalankan tetap berjalan selaras dengan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dan manajemen risiko yang mumpuni

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....