Kapan Waktu Terbaik Beli Emas? Jawaban Ini Mungkin Mengejutkan Anda
- 27 Mar 2026 19:58 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Setiap kali harga emas menyentuh rekor baru seperti yang terjadi belakangan ini hingga menembus Rp2,85 juta per gram. pertanyaan yang sama selalu muncul di berbagai forum diskusi, grup WhatsApp keluarga, hingga sesi tanya jawab dengan para perencana keuangan
Kapan sebenarnya waktu terbaik untuk membeli emas?
Ada yang percaya momen terbaik adalah saat harga sedang turun. Ada pula yang menunggu isyarat tertentu dari kondisi ekonomi global. Namun, seorang relationship manager di bank Muamalat bernama Tiara memiliki jawaban yang berbeda
"Jawaban saya selalu sama," ujarnya sambil tersenyum. "Waktunya adalah saat Anda memiliki akses untuk memulainya."
Antara Inflasi dan Kecemasan Finansial
Pernyataan Tiara bukan sekadar jargon. Ia merujuk pada data nyata perjalanan harga emas batangan di Indonesia yang telah tercatat selama tiga dekade terakhir.
Pada era 1990-an, harga emas masih berada di kisaran Rp22.000 per gram. Saat krisis moneter 1998 melanda, angka itu melonjak drastis hingga Rp75.000. Krisis global 2008 kembali mendongkraknya ke level Rp350.000, dan pandemi COVID-19 membawa harga emas menembus Rp1,1 juta per gram.
Kini, di tahun 2026, harga emas Antam telah menembus lebih dari Rp2,85 juta per gram.
Apa yang bisa dipetik dari grafik kenaikan ini? Bagi Tiara, satu hal yang paling jelas: emas adalah satu-satunya aset yang secara konsisten terbukti tahan terhadap inflasi dalam jangka panjang.
"Jika kita hanya menabung uang tunai, nilainya bisa tergerus. Tapi emas, meskipun fluktuasi hariannya naik-turun, dalam kurun waktu panjang menunjukkan tren kenaikan yang nyaris tak terbantahkan," jelasnya.

Dilema Harga Tinggi: Menunggu atau Mulai?
Masalah klasik yang dihadapi banyak orang adalah meskipun sadar emas adalah instrumen lindung nilai yang baik, harga per gramnya yang terus meroket membuat banyak calon investor urung melangkah.
Bagaimana tidak? Untuk memiliki satu keping emas 5 gram saja, saat ini dibutuhkan dana lebih dari Rp14 juta. Angka yang tidak sedikit bagi sebagian besar masyarakat.
Di sinilah, menurut Tiara, orang sering terjebak dalam paradoks menunggu.
"Kita menunggu harga turun, tapi ketika harga turun, kita malah khawatir akan turun lebih dalam lagi. Atau sebaliknya, ketika harga naik, kita merasa sudah keburu mahal. Akhirnya, kita tidak pernah memulai," tuturnya.
Padahal, lanjut Tiara, ada cara untuk tetap membangun aset emas tanpa harus menyetor uang puluhan juta di muka.
Lantas, apa solusi yang dimaksud? Dan mengapa Tiara begitu yakin bahwa saat ini adalah momentum yang tidak boleh disia-siakan?
Baca selengkapnya di Bagian 2...
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....