Dompet Menipis usai Lebaran: Strategi Bertahan Hidup di Akhir Bulan
- 23 Mar 2026 06:05 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Euforia Idulfitri memang selalu identik dengan kebahagiaan bersilaturahmi. Namun, di balik senyum dan hidangan khas Lebaran, ada realita pahit yang kerap menghantui masyarakat kelas menengah ke bawah hingga menengah: menipisnya dompet di akhir bulan.
Tahun ini tidak berbeda. Para pekerja, ibu rumah tangga, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai merasakan dampak dari pengeluaran besar-besaran selama sepekan terakhir. Fenomena post-holiday financial slump atau kemerosotan keuangan pasca-liburan ini menjadi momok tersendiri, apalagi jika tidak dikelola dengan strategi yang tepat.
Kondisi Ekonomi Masyarakat: Dari “Sultan” Menjadi “Pas-pasan”
Menurut pengamatan di lapangan, pola pengeluaran masyarakat selama Lebaran cenderung tidak terkendali. Mulai dari kebutuhan mudik yang menghabiskan anggaran transportasi hingga 30% dari tabungan, THR (Tunjangan Hari Raya) yang langsung ludes untuk amplop dan belanja kebutuhan pokok yang harganya melonjak.
Seorang warga di Latu, Dina (29), mengaku dompetnya kini “kering” setelah harus membeli pakaian baru untuk keluarganya, membagikan uang kepada keponakan, serta mengeluarkan biaya tak terduga untuk servis mobil sebelum mudik.
“Awal bulan terasa kayak orang kaya, sekarang akhir bulan harus mikir utang listrik dan cicilan. THR yang tadinya pengin ditabung, habis dalam tiga hari,” keluhnya.
Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan FOMO (Fear of Missing Out) di media sosial yang mendorong orang untuk mengikuti tren belanja baju seragam keluarga (family gathering) atau berburu kue kekinian dengan harga premium.
Strategi “Hidup Mati” Mengatur Keuangan Pasca Boncos
Para perencana keuangan menilai bahwa momen pasca-Lebaran adalah waktu krusial untuk melakukan financial detox. Berikut beberapa strategi praktis yang bisa diterapkan untuk menyelamatkan dompet di akhir bulan:
Lakukan Audit Keuangan Kilat
Jangan tutup mata. Catat semua pengeluaran saat Lebaran. Identifikasi mana pos yang “bocor” dan potong pengeluaran yang tidak esensial di sisa bulan ini. Fokus hanya pada kebutuhan pokok.
Metode Cashless Dibatasi, Kembali ke Tunai
Banyak orang terjebak dalam pengeluaran berlebih karena menggunakan uang elektronik yang tidak terasa. Untuk sisa bulan ini, ahli menyarankan untuk kembali ke sistem cash envelope (amplop tunai). Dengan melihat fisik uang yang menipis, kontrol diri lebih mudah dijalankan.
Manfaatkan Stok yang Ada
Pasca Lebaran, biasanya masih banyak stok daging atau makanan kering. Jadikan ini sebagai strategi penghematan dengan tidak membeli bahan makanan baru selama satu hingga dua pekan ke depan.
Fenomena Pinjaman Online dan Paylater: Solusi Instan atau Jerat Baru?
Salah satu fenomena yang paling mencolok di tahun ini adalah maraknya penggunaan pay later (bayar nanti) dan pinjaman online (pinjol) sebagai cara untuk “menambal” dompet yang menipis.
Data dari beberapa platform fintech menunjukkan lonjakan transaksi menggunakan fitur pay later selama periode H-7 hingga H+7 Lebaran. Sayangnya, kemudahan ini kerap disalahgunakan. Banyak masyarakat yang menggunakan pay later bukan untuk kebutuhan produktif, melainkan untuk membeli barang konsumtif seperti pakaian, elektronik, atau bahkan untuk membayar biaya mudik.
Catatan Kritis: Jangan Gali Lubang Tutup Lubang
Menjelang akhir bulan ini, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan "gali lubang tutup lubang" atau menggunakan pinjaman baru untuk membayar pinjaman lama. Siklus ini akan menggerus pendapatan bulan berikutnya dan menciptakan tekanan finansial berkepanjangan.
Alternatif yang lebih aman adalah berkomunikasi dengan keluarga untuk menekan skala pengeluaran, memanfaatkan bonus atau THR yang mungkin masih tersisa untuk menutup kewajiban, serta menahan diri untuk tidak mengikuti ajakan nongkrong atau traktir yang sifatnya musiman.
Lebaran memang untuk bersuka cita, namun bertahan di akhir bulan adalah ujian nyata yang menentukan stabilitas keuangan hingga Idulfitri berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....