Bank Muamalat Ajak Mahasiswa FISIP Melek Keuangan Syariah
- 11 Mar 2026 15:54 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Dunia perbankan syariah semakin gencar melakukan pendekatan kepada generasi muda. Menyadari pentingnya pemahaman finansial sejak dini, Bank Muamalat cabang Ambon menggelar sosialisasi produk dan layanan berbasis syariah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) universitas Pattimura Ambon. Kegiatan ini menghadirkan Kepala Cabang Bank Muamalat, Busman, yang langsung berinteraksi dengan para mahasiswa.
Kegiatan yang berlangsung di aula fakultas FISIP tersebut bertujuan untuk menjembatani kesenjangan pemahaman generasi milenial tentang sistem keuangan Islam. Dalam pemaparannya, Busman menekankan pentingnya literasi keuangan syariah di kalangan akademisi.
"Tujuan utama sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan literasi dan pemahaman mahasiswa mengenai perbankan syariah serta memperkenalkan sistem keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah," ujar Busman pada Rabu, 11 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, pihaknya ingin mengedukasi generasi muda bahwa sistem keuangan syariah bukan hanya soal agama, tetapi juga menawarkan alternatif ekonomi yang adil, transparan, dan jauh dari praktik riba.

Produk Syariah untuk Gaya Hidup Mahasiswa
Dalam kesempatan itu, Busman juga memaparkan sejumlah produk Bank Muamalat yang dinilai relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Menurutnya, produk-produk tersebut dirancang untuk mendukung gaya hidup finansial yang lebih terencana.
"Ada Tabungan iB Hijrah yang bisa digunakan untuk menabung sehari-hari. Lalu ada Tabungan iB Hijrah Haji bagi mahasiswa yang ingin mulai merencanakan ibadah haji sejak dini. Untuk kebutuhan transaksi digital, kami punya mobile banking Muamalat DIN yang memudahkan transfer, pembayaran, hingga pembelian," jelasnya.
Selain itu, ia juga memperkenalkan Tabungan Rencana yang dinilai cocok untuk membantu mahasiswa menyiapkan dana pendidikan lanjutan atau modal usaha setelah lulus kuliah.
Menjawab Keraguan tentang Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional
Sesi tanya jawab berlangsung hangat. Sejumlah mahasiswa mengaku masih awam dengan mekanisme perbankan syariah. Menanggapi hal ini, Busman menjelaskan perbedaan mendasar antara bank syariah dan konvensional.
"Perbedaan utamanya terletak pada prinsip operasional. Bank syariah beroperasi berdasarkan prinsip Islam yang menghindari riba (bunga), gharar (ketidakjelasan), dan maisir (spekulasi). Kami menggunakan sistem akad seperti bagi hasil, jual beli, atau sewa," terangnya.
Ia mengkontraskannya dengan bank konvensional yang menggunakan sistem bunga. "Bank syariah menekankan prinsip keadilan, transparansi, dan kemitraan antara bank dan nasabah. Jadi, tidak ada pihak yang dieksploitasi," tegas Busman.
Mahasiswa sebagai Agen Perubahan Ekonomi Syariah
Lebih jauh, Busman menyoroti peran strategis mahasiswa dalam perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Ia menyebut mahasiswa sebagai agen perubahan dan generasi intelektual yang mampu mendorong ekosistem ini semakin maju.
"Mahasiswa dapat berperan dengan cara meningkatkan literasi keuangan syariah di lingkungannya, menjadi pengguna produk perbankan syariah, serta menyebarkan pemahaman tersebut kepada masyarakat. Mereka juga bisa berkontribusi melalui penelitian, diskusi akademik, dan kegiatan kewirausahaan berbasis syariah," paparnya.
Di penghujung acara, Busman menyampaikan harapannya agar sosialisasi ini tidak berhenti sebagai seremoni belaka. Ia berharap para mahasiswa bisa menjadi duta literasi keuangan syariah.
"Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjadi nasabah, tetapi juga menjadi duta literasi keuangan syariah yang dapat menyebarkan informasi yang benar tentang sistem keuangan syariah kepada masyarakat luas," ungkapnya.
Bank Muamalat, lanjut Busman, juga membuka peluang kerja sama yang lebih berkelanjutan dengan pihak kampus. "Ke depan, kami berharap dapat membangun kerja sama dalam bentuk edukasi berkelanjutan, program magang, maupun kegiatan pengembangan ekonomi syariah lainnya," tutupnya