OJK: Ketahanan Sektor Jasa Keuangan Indonesia Masih Kuat
- 11 Des 2025 18:08 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, menegaskan bahwa stabilitas industri masih terjaga berkat permodalan yang solid, pencadangan yang memadai, dan profil risiko yang terkendali.
Kondisi ini menjadi modal untuk ruang ekspansi kinerja sektor jasa keuangan yang lebih luas ke depan, yang didukung dengan implementasi kebijakan pendalaman pasar keuangan, perluasan akses pembiayaan, serta penguatan integritas dan tata kelola di seluruh sektor jasa keuangan
"Sektor jasa keuangan Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat sepanjang November 2025, meskipun menghadapi berbagai tekanan dari dinamika perekonomian global dan domestik,"jelas Mahendra Dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Bulan November 2025, Kamis (11/12/2025)
Perekonomian Indonesia kata Mahendra,dinilai tetap solid dengan pertumbuhan Triwulan III-2025 yang mencapai 5,04% dan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang konsisten di zona ekspansi.Tapi OJK tetap mencermati adanya tantangan pada permintaan domestik. Permintaan ini memerlukan dorongan lebih lanjut seiring moderasi inflasi inti, penurunan kepercayaan konsumen, serta melemahnya penjualan di beberapa sektor penting seperti ritel, semen, dan kendaraan.
"Pastinya, perkembangan permintaan domestik yang masih memerlukan dukungan lebih lanjut,” ujarnya.
Untuk lebih memperkuat ekosistem dan pengawasan, OJK terus melakukan upaya deregulasi di sektor pegadaian dan Lembaga Keuangan Mikro (LKM), memperluas ruang investasi industri asuransi, dan memperluas jangkauan dengan meresmikan kantor baru di Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Maluku Utara.
OJK juga memulai pembangunan gedung kantor OJK Sumatera Utara di Medan dan menggelar dialog akhir tahun untuk merumuskan arah kebijakan menuju 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....