Hasil SNLIK 2025, Indeks Literasi Keuangan Meningkat
- 02 Mei 2025 18:34 WIB
- Ambon
KBRN,Ambon: Deputi Bidang Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono mengatakan, indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat mengalami kenaikan dibandingkan 2024.
"Secara nasional indeks literasi keuangan mengalami kenaikan dari 65,43 persen pada 2024, menjadi 66,46 persen di 2025,"ungkap Ateng Hartono , dalam konferensi pers Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) di Jakarta, Jumat, 2 Mei 2025. Konferensi pers ini diikuti rri ambon secara virtual.
Data yang disampaikan tersebut, dirilis juga secara resmi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Ia menyebut, indeksi inklusi keuangan nasional pun meningkat dari 75,02 persen pada SNLIK 2024 menjadi 80,51 persen pada 2025.
Dalam kesempatan yang sama,Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK,Friderica Widyasari mengatakan, metode SNLIK pada 2025 menggunakan penghitungan berdasarkan cakupan 9 sektor lembaga jasa keuangan, yaitu perbankan, pasar modal, perasuransian, lembaga pembiayaan, dana pensiun, pergadaian, lembaga keuangan mikro, fintech peer to peer lending, dan PT Permodalan Nasional Madani. Ditambah penyelenggara sistem pembayaran. Penghitungan yang dilakukan pada SNLIK 2025 juga konsisten dilakukan seperti SNLIK 2024.
"Untuk perbankan paling tinggi tingkat literasi dan inklusi mencapai 65,50 persen pada 2025, sedangkan pada 2024 hanya sebesar 64,05 persen,"jelasnya.
Selain itu disampaikan mengenai keberadaan lembaga keuangan mikro. Lembaga ini menjadi sektor yang paling rendah tingkat literasi dan inklusi pada 2025. Untuk literasinya sebesar 9,80 persen pada 2025, sedangkan pada 2024 sebesar 9,78 persen. Adapun inklusinya sebesar 1,20 persen pada 2025, sedangkan pada 2024 sebesar 1,35 persen.
"Tiga lembaga jasa keuangan dengan tingkat literasi paling rendah ditempati segmen nonbank, termasuk fintech P2P lending.Indeks literasi keuangan paling rendah adalah lembaga keuangan mikro, pasar modal, dan fintech P2P lending,"urainya.
Untuk pengumpulan data SNLIK 2025 dilakukan pada periode 13 Januari 2025 hingga 11 Februari 2025. Adapun target respondennya anggota rumah tangga (individu terpilih) dengan usia 15-79 tahun. Jumlah sampel mencapai 10.800 responden, dengan response rate sebesar 99,56 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....