Ibu Wakanda: Setia Mengais Rezeki dari usaha Cakar Bongkar
- 25 Agt 2026 16:58 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Di tengah dinamika ekonomi Kota Ambon, bisnis pakaian bekas impor atau yang populer dikenal masyarakat Maluku dengan sebutan ‘Cakar Bongkar’ (CB), tetap menjadi tumpuan hidup bagi banyak pedagang kecil. Salah satunya adalah Ibu Wakanda (50), seorang ibu tunggal (single parent) yang telah menggantungkan hidupnya dari jualan baju cakar bongkar sejak belasan tahun lalu. Wanita asal Buton yang telah menetap di Ambon sejak tahun 1991 ini menceritakan perjalanan usahanya yang penuh liku dan harus berulang kali berpindah tempat berjualan.
Ibu Wakanda mengawali usahanya dari tahun 2010 silam saat anak-anaknya masih duduk di bangku sekolah. Dalam rentang waktu lebih dari 10 hingga 16 tahun menggeluti bisnis ini, lokasi tempatnya menggelar dagangan terus berpindah mengikuti kebijakan penataan pasar oleh pemerintah daerah setempat.
Ia mengenang, awal mulanya ia berjualan di lantai 3 Gedung Putih Pasar Mardika. Setelah itu, ia sempat turun dan menggelar lapak di bagian bawah/pelataran Gedung Putih. Ketika penataan pasar kembali dilakukan, ia sempat tak mendapat tempat di kawasan Pasar Apung (pasar terapung) di atas laut, hingga akhirnya bergeser ke kawasan Terminal Pasar Mardika dan kini menempati lapak di Pasar Amans.
"Beta (saya) mengawali usaha ini sudah lama, dari anak-anak masih SMA. Dulu di lantai 3 Gedung Putih, terus turun ke bawah. Waktu ada penataan ke Pasar Terapung beta seng (tidak) dapat tempat, lalu sempat buka di dalam terminal, dan sekarang di sini (Pasar Amans/Terminal)," ujar Ibu Wakanda saat berbincang dengan RRI, Selasa 25 Agustus 2026.
Menyikapi perkembangan bisnis cakar bongkar, Ibu Wakanda mengungkapkan adanya perbedaan signifikan antara modal awal berjualan dulu dengan kondisi saat ini. Pada masa awal usahanya, harga per karung/bal pakaian impor—yang biasa dikirim dari pemasok di Bandung—masih relatif terjangkau.
"Kalau dulu kan modalnya masih murah, sekitar Rp3.150.000 sudah bisa dapat bal pakaian. Kalau sekarang harga bal sudah naik, jadi harga jual per pakaian juga menyesuaikan dengan jenis barang yang dipesan," terangnya.
Meski demikian, pendapatan yang diperolehnya relatif stabil untuk menopang kebutuhan harian keluarga. Barang dagangannya yang didominasi oleh pakaian perempuan, seperti baju kuliah dan pakaian wanita dewasa, selalu memiliki pelanggan setia dari kalangan mahasiswa hingga ibu-ibu rumah tangga.
Tingginya minat masyarakat terhadap pakaian bekas ini dirasakan langsung oleh para konsumen. Ibu Susan, salah satu pelanggan setia yang sering berbelanja di lapak Ibu Wakanda, mengaku pakaian cakar bongkar tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan kualitas baju yang masih sangat layak dengan harga bersahabat.
"Beta (saya) sudah langgganan lama di lapak Ibu Wakanda. Pakaian CB di sini kualitasnya bagus-bagus, mereknya juga banyak yang terkenal, tapi harganya jauh lebih murah dibanding beli baru di toko. Untuk kebutuhan sehari-hari sampai baju kuliah anak, cakar bongkar sangat membantu menghemat pengeluaran belanja," kata Ibu Susan.
Sebagai seorang single parent setelah sang suami meninggal dunia, usaha cakar bongkar ini menjadi satu-satunya sumber penghasilan Ibu Wakanda untuk membesarkan dan membiayai dua orang anaknya.
Kini, dengan memiliki sekitar 6 titik/tempat lapak di lokasi tempatnya berjualan saat ini, Ibu Wakanda berharap bisnis cakar bongkar di Kota Ambon dapat terus berjalan dengan lancar dan memberikan ruang rezeki bagi para pedagang kecil seperti dirinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....