Telkom, Kedaulatan Digital dan Era AI Indonesia
- 04 Des 2025 19:57 WIB
- Ambon
KBRN. Jakarta: Di tengah derasnya arus transformasi digital global, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmennya memperkuat fondasi kedaulatan digital nasional. Momentum ini muncul seiring masuknya Indonesia ke era baru berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang diyakini menjadi penopang utama ekonomi masa depan.
Komitmen tersebut disampaikan Veranita Yosephine, Direktur Enterprise & Business Service Telkom, dalam Trend Maker Summit 2025 di Jimbaran, Bali, pada akhir November 2025. Forum bergengsi yang digelar Katadata Indonesia, OMG Consulting, dan TrendWatching ini turut menghadirkan tokoh lintas industri, termasuk Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.
Dalam paparannya, Veranita menyoroti bagaimana sejumlah negara Asia telah memasuki fase hyper-digital domestic economy, di mana teknologi menjadi motor produktivitas dan pertumbuhan. Pergeseran kebijakan dan regulasi regional, menurutnya, membawa dampak luas pada sektor keamanan digital, industri, hingga ekonomi.
“Inovasi AI dan transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis,” kata Veranita.
Menghadapi tantangan geopolitik dan persaingan teknologi antarnegara besar, Telkom memperkuat perannya sebagai digital orchestrator. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan konektivitas nasional, pembangunan infrastruktur digital, serta pengoperasian 35 data center di berbagai wilayah Indonesia
Selain itu, Telkom menghadirkan AI Center of Excellence sebagai wadah strategis untuk membangun ekosistem AI nasional. Inisiatif ini berdiri di atas empat pilar utama:
●AI Campus sebagai ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi;
●AI Playground yang menyediakan area eksplorasi dan pengujian inovasi;
●AI Connect yang mengharmonisasi kolaborasi antarpraktisi, startup, dan pelaku bisnis; serta
●AI Hub yang berfokus pada akselerasi penciptaan solusi AI yang nyata bagi berbagai industri.
Melalui Telkom Solution, perusahaan menghadirkan rangkaian solusi digital lintas sektor. Harapannya, inovasi ini bukan hanya memperkuat daya saing industri, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi baru yang menopang kedaulatan digital Indonesia secara berkelanjutan.
Di akhir sesi, Veranita mengajak audiens untuk berperan aktif menjaga kedaulatan digital. “Sebagai individu, pelaku industri, dan anak bangsa, kita harus memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi teknologi global. Kita perlu menentukan arah dan masa depan kita sendiri. Inilah momentum penting menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.