Hendrik: Pukul Sapu Lidi Gambaran Keberanian Rakyat Maluku
- 07 Apr 2025 17:08 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Gubernur Provinsi Maluku, Hendrik Lewerissa mengaku bangga dan mengapresiasi atraksi "Pukul Sapu Lidi", salah satu budaya lokal masyarakat Negeri Morella dan Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), yang dipentaskan setiap 7 Syawal atau 7 hari setelah lebaran Idul Fitri.
"Budaya yang unik. Inilah gambaran tentang keberanian dan ketangkasan rakyat Maluku dalam melawan penjajah," kata Hendrik ketika membuka atraksi Pukul Sapu Lidi di Negeri Morella, Senin (07/04/2025).
Menurutnya, upacara yang sudah ada sejak zaman baheula ini, bukan hanya sekadar tradisu, namun juga menjadi simbol kekuatab mental dan fisik orang Maluku dalam menghadapi tantangan hidup.
"juga merupakan moment kultural yang bukan hanya menjadi sebuah rutinitas biasa tapi sebagai simbol dalam mempererat ikatan keharmonisaan orang basudara di Maluku," ujarnya

Dalam upacara ini, para peserta terdiri dari puluhan pria, dengan berani saling memukul menggunakan sapu lidi yang diambil dari serat pohon enau.
Pukul sapu lidi bukanlah hal yang menyakitkan bagi masyarakat Negeri Morella dan Mamala, melainkan bentuk dari pengujian diri dan pengendalian emosi.

Meskipun terlihat ekstrim, atraksi ini justru mengajarkan pentingnya ketahanan mental, kesabaran, dan penghormatan terhadap adat yang diwariskan para leluhur.
"Memiliki historis tersendiri. Pukul sapu ini refleksi dari perjuangan Kapitan Telukabessy di benteng Kapahaha Morella dalam melawan kompeni penjajah. Disini lah ditunjukan tekad dan keberanian orang Maluku," sebutnya
Gubernur Hendrik menambahkan, acara ini sesungguhnya menunjukan semangat dan jati diri orang Maluku yang perlu untuk dirawat dan dilestarikan.
Sebab, atraksinya telah menjadi daya tarik wisata yang tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan yang ingin merasakan pengalaman budaya Maluku yang kaya akan nilai-nilai luhur.
"Pukul sapu lidi juga telah masuk agenda rutin Dinas Pariwisata Maluku. Mari kita jaga dan rawat budaya kita tetap dipertahankan," pesan Hendrik Lewerissa
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....