KM Bahtera Nusantara 02 Segera Beroperasi, Dishub Maluku Genjot Perbaikan Mesin

  • 29 Agt 2026 15:23 WIB
  •  Ambon

Laporan; Bertje Minanlarat

RRI.CO.ID. Ambon — Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Semy Huwae, melakukan peninjauan langsung ke KM Bahtera Nusantara 02 yang sedang berlabuh di perairan Pantai Wainitu, Kota Ambon, pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan progres penanganan kerusakan kapal perintis pemberian Kementerian Perhubungan RI tersebut dapat selesai tepat waktu sebelum kembali melayani masyarakat.

Didampingi jajaran Direksi dan Dewan Pengawas Perusahaan Daerah (PD) Panca Karya, Semy langsung turun ke kamar mesin untuk melihat proses pengerjaan yang ditangani langsung oleh teknisi khusus didatangkan dari Jakarta. Di dalam ruang mesin, ia berdialog cukup lama dengan para teknisi guna memastikan kesiapan operasional kapal penyeberangan jenis Roll-on/Roll-off (RORO) tersebut.

"KM Bahtera Nusantara ini merupakan salah satu dari tiga kapal jenis RORO khusus yang dimiliki Indonesia, di mana dua unit beroperasi di kawasan barat dan satu unit diserahkan untuk Maluku guna melayari wilayah 3T [Tertinggal, Terdepan, dan Terluar]," ujar Semy saat memberikan keterangan.

Kapal tersebut sebelumnya sempat beroperasi beberapa waktu usai kedatangannya, namun mengalami kendala teknis dan kembali rusak setelah menjalani masa doking (docking). Pemerintah Provinsi Maluku menargetkan kapal ini sudah dapat di-sea trial-kan pada 17 September mendatang, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Perhubungan Nasional.

Direktur Utama PD Panca Karya, Rany Tualeka, menjelaskan, KM Bahtera Nusantara 02 telah vakum beroperasi selama kurang lebih dua tahun sejak terhenti pada 2023 lalu. Di bawah kepemimpinan manajemen baru PD Panca Karya, pengoperasian kembali kapal ini dengan rute Ambon-Banda-Tual PP menjadi langkah awal kebangkitan perusahaan pelat merah tersebut dalam menghidupkan kembali konektivitas antarpulau di Maluku.

"Jika kapal ini beroperasi kembali, dampaknya sangat besar. Selain menyatukan pulau-pulau, langkah ini akan menekan biaya logistik dan konektivitas, menggerakkan kembali roda ekonomi antar lintasan, serta membuka peluang memperluas jangkauan layanan hingga ke Kepulauan Aru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), dan Maluku Barat Daya (MBD)," kata Rany.

Rencana ke depan, usai upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional pada 17 September mendatang, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dijadwalkan akan turut serta meninjau langsung dan menguji coba pelayaran KM Bahtera Nusantara 02 di perairan Teluk Ambon. Kehadiran kapal ini diharapkan mampu menjadi angin segar bagi konektivitas maritim dan pemerataan distribusi logistik di wilayah kepulauan Maluku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....