Jeritan dari Ujung Negeri! Suara Bocah Wetar Menanti Jembatan Harapan

  • 29 Jun 2026 06:32 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Pagi itu, suara seorang anak memecah sunyi di tepian sungai Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya. Di hadapan hamparan perbukitan dan aliran sungai yang membelah akses kehidupan warganya, ia menyampaikan sebuah harapan sederhana yang mewakili keresahan banyak orang, sebuah jembatan yang dapat menghubungkan masa depan masyarakat Wetar Utara.

Anak itu bernama Yan Josafat Makesso. Melalui sebuah rekaman video yang kemudian beredar luas di media sosial, ia berdiri dengan penuh keberanian menyampaikan permohonan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, serta pemerintah daerah agar memperhatikan kondisi infrastruktur di kampung halamannya.

"Selamat pagi Kalwedo. Di pagi hari ini saya perlu menyampaikan kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Gubernur Maluku dan Bapak Bupati MBD, agar membantu kami masyarakat Wetar Utara untuk membuat jembatan di Wetar," ucap Yan dengan suara lantang, menyiratkan harapan yang begitu besar dari masyarakat di wilayah perbatasan Timor Leste tersebut.

Sambil menunjuk ke arah seberang sungai, Yan memperlihatkan jalur yang setiap hari menjadi urat nadi mobilitas warga menuju wilayah Uhak. Namun, derasnya arus sungai tanpa keberadaan jembatan membuat perjalanan itu kerap berubah menjadi tantangan yang mengancam keselamatan.

Bagi masyarakat Wetar Utara, sungai bukan sekadar bentang alam, melainkan penghalang yang membatasi aktivitas sehari-hari. Ketika musim hujan datang dan air meluap, akses transportasi terputus total. Warga kesulitan membawa hasil kebun ke pasar, anak-anak terhambat menuju sekolah, bahkan pelayanan kesehatan menjadi sulit dijangkau.

Video singkat itu bukan hanya memperlihatkan kondisi fisik sebuah daerah terpencil, tetapi juga menggambarkan kesenjangan pembangunan yang masih dirasakan sebagian masyarakat Indonesia. Di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah, masih ada daerah yang menanti hadirnya fasilitas dasar untuk menunjang kehidupan.

Keberanian Yan menyuarakan aspirasi masyarakat mendapat perhatian luas di media sosial. Banyak warganet menganggap suaranya menjadi simbol harapan masyarakat di kawasan terluar yang selama ini belum sepenuhnya menikmati pemerataan pembangunan.

Permintaan yang disampaikan bocah itu sejatinya bukan sekadar tentang pembangunan sebuah jembatan. Di baliknya tersimpan harapan akan kemudahan akses pendidikan, meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, pelayanan kesehatan yang lebih cepat, serta terbukanya peluang bagi kemajuan daerah.

Kini, masyarakat Wetar Utara menaruh harapan besar kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar aspirasi tersebut dapat diwujudkan. Kehadiran jembatan diyakini bukan hanya akan menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Dari tepian sungai di Pulau Wetar, suara seorang anak telah melintasi batas-batas geografis dan mengetuk perhatian banyak orang. Harapan sederhana itu menjadi pengingat bahwa pembangunan sejatinya tidak hanya diukur dari megahnya proyek yang berdiri, tetapi juga dari kemampuan negara menghadirkan keadilan dan akses yang setara hingga ke pelosok negeri.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....