Jenazah Nenek 70 Tahun di SBB Digotong 4 Kilometer, akibat Akses Jalan Rusak Parah
- 22 Jun 2026 08:39 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon – Potret keterisolasian wilayah pegunungan kembali terlihat di Desa Lohia Sapalewa, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Minggu (21/6/2026). Warga terpaksa memikul peti jenazah almarhumah Balandina Tibalimeten (70) sejauh lebih dari 4 kilometer karena kendaraan tidak dapat menjangkau desa tersebut akibat kondisi jalan yang rusak parah.
Almarhumah diketahui meninggal dunia sekitar pukul 05.00 WIT di rumah duka di Desa Taniwel setelah menjalani perawatan akibat sakit yang dideritanya sejak 18 Mei 2026. Pada sore hari sekitar pukul 18.00 WIT, keluarga dan warga setempat secara bergantian menggotong peti jenazah menggunakan tandu darurat menuju Desa Lohia Sapalewa untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.
Kondisi ini kembali menjadi gambaran nyata sulitnya akses transportasi yang masih dihadapi masyarakat di wilayah pegunungan Taniwel. Penjabat Negeri Lohia Sapalewa, Thomas Soriale, mengatakan masyarakat selama ini harus berjuang sendiri ketika menghadapi situasi darurat.
"Kami hanya bisa pasrah dengan keadaan ini. Ketika ada warga yang sakit atau meninggal, masyarakat harus memikul mereka karena kendaraan tidak bisa masuk ke desa akibat kondisi jalan yang rusak," ujarnya.
Thomas berharap pemerintah daerah, provinsi maupun pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap pembangunan akses jalan di wilayah pegunungan Taniwel.
"Kami berharap pemerintah melihat kondisi masyarakat di sini. Akses jalan yang layak sangat kami butuhkan untuk menunjang kehidupan dan pelayanan dasar masyarakat," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....