Dukung Asta Cita, Gubernur Maluku Ajukan Proposal Hilirisasi Ubi Kayu di Bursel

  • 09 Jun 2026 20:37 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi Maluku resmi mempresentasikan proposal pengembangan perkebunan dan industri hilirisasi ubi kayu terintegrasi di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) kepada Kementerian Pertanian. Presentasi itu disampaikan langsung Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa kepada Mentan Andi Amran Sulaiman di Jakarta pada Selasa, 9 Juni 2026.

Proyek yang akan berpusat di Buru Selatan ini diproyeksikan menghasilkan dua produk turunan utama berorientasi strategis, yaitu beras ubi kayu dan etanol. Program ini sengaja dirancang demi menyelaraskan potensi daerah dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita.

Gubernur Hendrik Lewerissa menjelaskan, Kabupaten Bursel memiliki ketersediaan lahan yang sangat potensial untuk pengembangan komoditas ubi kayu dalam skala besar (large-scale farming). Skema yang diajukan tidak hanya fokus pada sektor hulu atau budidaya saja, melainkan langsung terintegrasi dengan pembangunan pabrik industri pengolahan.

Meski mendapatkan respons yang sangat positif dari kementerian, Gubernur Hendrik mengakui karakteristik Maluku sebagai provinsi kepulauan memberikan tantangan tersendiri, terutama pada aspek permodalan, regulasi, dan konektivitas antarpulau. Namun, Pemprov Maluku optimistis dukungan penuh dari pusat akan mempercepat realisasi investasi di sektor ini.

Pertemuan tingkat tinggi ini dihadiri langsung Bupati Bursel selaku kepala daerah wilayah kerja, bersama Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku dan Tim Ahli Gubernur. Pemprov Maluku berharap proyek ini dapat segera berjalan guna membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....