Jalan Rusak, Warga Lohia Sapalewa Tandu Lansia Sakit sejauh 4 Kilometer
- 20 Mei 2026 12:44 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Piru - Desa Lohia Sapalewa, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, kembali memperlihatkan potret sulitnya akses pelayanan kesehatan di wilayah pedalaman Pulau Seram. Seorang warga lanjut usia terpaksa ditandu oleh masyarakat setempat karena kendaraan tidak dapat menjangkau desa tersebut akibat kondisi jalan yang rusak parah.
Peristiwa itu terjadi pada Senin, 18 Mei 2026. Seorang perempuan lanjut usia bernama Balandina Tibalimeten, 70 tahun, mengalami sakit dan membutuhkan penanganan medis segera di puskesmas terdekat.
Namun, keterbatasan infrastruktur membuat warga tidak memiliki pilihan lain selain mengevakuasi korban secara manual. Dengan menggunakan kain dan sebatang bambu, warga secara bergantian memikul pasien menuju jalan raya agar bisa dijemput kendaraan menuju fasilitas kesehatan.
Perjalanan yang ditempuh tidaklah mudah. Warga harus melewati jalan setapak yang licin, rumput lebat, serta medan terjal di kawasan pegunungan Taniwel demi menyelamatkan pasien agar segera mendapatkan pertolongan medis.

Jarak dari desa menuju akses jalan utama diperkirakan mencapai sekitar empat kilometer. Selama perjalanan, warga harus berhenti beberapa kali untuk bergantian menandu korban karena beratnya medan yang dilalui.
Kondisi tersebut disebut sudah berlangsung sejak lama. Setiap kali ada warga sakit, masyarakat harus menghadapi situasi serupa karena belum tersedianya akses jalan yang memadai menuju desa mereka.
Selain buruknya infrastruktur jalan, Desa Lohia Sapalewa juga belum memiliki tenaga kesehatan tetap yang bertugas di wilayah tersebut. Akibatnya, warga harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pelayanan medis dasar.
Warga Lohia Sapalewa Yopi mengaku, sangat kesulitan terutama saat menghadapi kondisi darurat, seperti ibu melahirkan, pasien lanjut usia, maupun warga yang membutuhkan penanganan cepat. Situasi itu dinilai sangat memprihatinkan bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.
"katong (kami) sudah terbiasa dengan konidisi ini, orang tua kami yang sakit tidak mungkin dijemput ambulance, atau angkutan lainnya selain dipikul warga sekampung, dan ini sudah terjadi berulang-ulang."kata Yopi
Dia berharap Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat, Pemerintah Provinsi Maluku, hingga pemerintah pusat dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di daerah 3T tersebut.
"tolong jua Pemda SBB, Pemda Maluku juga Pa Preisiden liat kami yang menderita kaya begini di pedalaman hutan Seram."keluh Yopi
Warga juga meminta pembangunan akses jalan yang layak, penyediaan polindes, serta penempatan tenaga kesehatan tetap di Desa Lohia Sapalewa agar masyarakat tidak lagi mempertaruhkan nyawa hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....