GPM dan Happy Green Islands Teken MoU Perluas Pengelolaan Sampah di Maluku

  • 08 Apr 2026 20:11 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Gereja Protestan Maluku (GPM) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Happy Green Islands melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Ambon pada Rabu (8/4/2026). Kesepakatan ini bertujuan untuk memperluas keberhasilan program pengelolaan lingkungan dan sampah ke seluruh wilayah Maluku.

Perwakilan Happy Green Islands, Miss Hugerbert, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari sejarah panjang yang bermula di wilayah Saparua. Menurutnya, inisiasi ini sudah dirintis sejak Ketua Sinode GPM saat ini, Pendeta Cak Sapulette, masih menjabat sebagai Ketua Klasis GPM Saparua.

"Kerja sama ini adalah sejarah panjang pelaksanaan kegiatan Happy Green Islands di Maluku. Melalui sinergi dengan Toma Maju Lease dan dukungan GPM di Saparua, kami sebelumnya telah berhasil mengembangkan berbagai kegiatan pengelolaan sampah," ujar Miss Hugerbert di sela-sela kegiatan.

Dalam implementasinya di Saparua, program ini berhasil menggerakkan masyarakat untuk menghentikan penggunaan plastik sekali pakai. Bahkan, sampah plastik kini diolah menjadi produk kerajinan tangan bernilai seni, seperti bunga hias yang menghiasi rumah tangga dan gedung gereja.

Selain itu, para pemuda setempat telah dibekali keterampilan teknis melalui pembangunan bengkel sampah. Miss Hugerbert berharap kesuksesan di Saparua dan Kota Ambon tersebut dapat direplikasi di seluruh pelosok Maluku.

Dengan adanya MoU ini, komitmen terhadap pelestarian lingkungan diharapkan menjadi gerakan massal yang didukung penuh oleh infrastruktur gereja. Agenda penandatanganan MoU ini disaksikan langsung oleh seluruh anggota Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, menandai dukungan penuh pimpinan gereja terhadap program Maluku yang lebih bersih dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....