STEM in Action: Workshop Hybrid Penguatan Kapasitas Guru SMA Kristen YPKPM Ambon”

  • 01 Apr 2026 05:09 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - SMA Kristen YPKPM Ambon pada Senin, 30 Maret 2026. Selama sehari penuh (8 JP), para guru mengikuti kegiatan Workshop Penguatan Kapasitas Guru dengan semangat yang benar-benar “on fire”. Mengusung konsep hybrid learning, kegiatan ini menghadirkan nuansa kolaborasi di mana narasumber berbagi ilmu langsung dari Bandung melalui platform Google Meet, sementara para peserta aktif mengikuti dari aula sekolah.

Dikutip dari media sosial SMA Kristen YPKPM Ambon, Workshop ini menghadirkan sosok inspiratif, yaitu Arief Husein Maulani, M.Si, seorang Instruktur Nasional STEM dari Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen yang juga dikenal sebagai Widyaswara BBGTK Jawa Barat. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, santai namun berbobot, beliau sukses membuat materi STEM terasa dekat, aplikatif, dan pastinya tidak membosankan.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Pengawas Pembina SMA Kristen YPKPM Ambon, Dra. S. Palijama, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau memberikan motivasi yang kuat dan menyentuh: bahwa guru harus terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kapasitas diri demi menjawab tantangan pendidikan abad 21. Pesan ini langsung menjadi “energi awal” yang membakar semangat seluruh peserta untuk mengikuti workshop dengan serius dan penuh tanggung jawab.

Kepala Sekolah D. W. Dias, S.Hut. dalam arahannya juga terus memotivasi teman-teman guru untuk serius mengikuti kegiatan dalam pengembangan keprofesional sebagai seorang Pendidik.

Tidak hanya teori, workshop ini juga langsung mengajak peserta untuk action. Para guru dibagi dalam beberapa kelompok untuk menyusun desain modul pembelajaran berbasis STEM. Di sinilah kreativitas benar-benar diuji. Setiap kelompok berusaha menghadirkan ide pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan siswa masa kini

Akhirnya, kegiatan ini menegaskan satu hal penting: bahwa ketika guru mau terus belajar dan berinovasi, maka kualitas pembelajaran akan ikut “naik level”. Dan lewat “STEM in Action”, langkah nyata menuju pembelajaran yang lebih relevan, kolaboratif, dan inspiratif telah dimulai.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....