Jelang Tradisi 7 Syawal, Morella Matangkan Persiapan Baku Pukul Manyapu
- 25 Mar 2026 09:46 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Masyarakat Negeri Morella dan Negeri Mamala di Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, mulai melakukan persiapan intensif menjelang pelaksanaan tradisi tahunan "Baku Pukul Manyapu". Tradisi ikonik yang digelar setiap tanggal 7 Syawal ini merupakan warisan budaya sakral yang melambangkan keberanian dan persaudaraan.
Para pemuda dari kedua negeri tetangga tersebut kini tengah fokus mempersiapkan ketahanan fisik dan mental guna mengikuti atraksi saling memukul menggunakan lidi pohon aren. Raja Negeri Morella, Fadil Sialana, mengungkapkan bahwa persiapan dilakukan secara gotong royong oleh seluruh elemen masyarakat sebagai simbol kebersamaan.
Salah satu tahapan penting yang sedang dilakukan adalah pembuatan alat pukul yang terbuat dari lidi pohon aren pilihan. Keterlibatan aktif warga dalam proses ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga kelestarian tradisi leluhur agar tetap eksis di tengah modernisasi.
Selain kesiapan fisik, aspek spiritual juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian persiapan ini. Tokoh adat dan tokoh agama di kedua negeri telah menjadwalkan ritual adat serta doa bersama untuk memohon perlindungan dan keselamatan.
Ritual ini sangat krusial dilakukan agar seluruh peserta terhindar dari cedera serius selama prosesi berlangsung, mengingat sifat atraksi yang melibatkan kontak fisik cukup keras.
Persiapan medis tradisional juga menjadi perhatian utama masyarakat Morella dan Mamala dalam menghadapi hari pelaksanaan. Warga setempat secara khusus menyiapkan ramuan obat alami yang dipercaya memiliki khasiat luar biasa dalam mempercepat penyembuhan luka pasca-atraksi.
Di sisi lain, pemerintah negeri juga mulai menata lokasi pelaksanaan agar dapat menampung antusiasme penonton, baik warga lokal maupun wisatawan mancanegara yang setiap tahunnya memadati kawasan tersebut.
Meski menampilkan aksi yang terlihat keras, Baku Pukul Manyapu sejatinya merupakan manifestasi dari nilai solidaritas dan persatuan yang diwariskan para pejuang masa lalu. Tradisi ini bukan merupakan ajang permusuhan, melainkan pengikat tali persaudaraan antara kedua negeri.
Dengan persiapan yang matang, masyarakat berharap pelaksanaan tahun ini dapat berjalan aman dan lancar, sekaligus tetap menjaga marwah budaya Maluku yang adiluhung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....