Harga Cabai dan Tomat di Pasar Mardika Melonjak akibat Minimnya Pasokan
- 25 Mar 2026 05:33 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Masyarakat Kota Ambon kini tengah mengeluhkan lonjakan harga komoditas bumbu dapur, khususnya cabai dan tomat, di Pasar Mardika yang kian tidak terkendali. Berdasarkan pantauan lapangan pada Rabu (25/3/2026), harga cabai keriting kini menembus angka Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram.
Kenaikan signifikan ini juga diikuti oleh jenis cabai kecil dan cabai besar yang membuat daya beli masyarakat semakin tertekan di pasar tradisional terbesar di Maluku tersebut. Tidak hanya cabai, harga tomat pun mengalami lonjakan hingga dua kali lipat dari harga normal.
Sebelumnya, tomat dipasarkan pada kisaran Rp20.000 hingga Rp25.000 per kilogram, namun saat ini harganya melonjak drastis menjadi Rp45.000 per kilogram. Kondisi ini dikeluhkan oleh para konsumen karena tomat dan cabai merupakan kebutuhan pokok harian yang sangat krusial bagi rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.
Salah satu pedagang di Pasar Mardika, La Musu, mengungkapkan bahwa meroketnya harga ini disebabkan oleh minimnya pasokan barang yang masuk dari luar daerah. Selain itu, harga beli dari tingkat pemasok lokal, seperti dari Pulau Seram dan Pulau Buru, juga tercatat sudah tinggi sebelum sampai ke tangan pedagang.
Hal ini memaksa para pedagang untuk menyesuaikan harga jual eceran guna menghindari kerugian yang lebih besar.
Selain faktor pasokan, kendala pada jalur distribusi juga ditengarai menjadi pemicu terhambatnya aliran barang ke Kota Ambon.
Masalah logistik ini menyebabkan stok di pasar menjadi terbatas, sementara permintaan masyarakat tetap tinggi. Pedagang mengaku kesulitan mendapatkan barang dalam jumlah besar secara konsisten, sehingga fluktuasi harga sulit dihindari dalam beberapa hari terakhir.
Masyarakat dan pedagang kini menaruh harapan besar agar pemerintah daerah segera mengambil langkah strategis untuk menstabilkan kembali harga bahan pokok di pasaran.
Stabilitas harga sangat dinantikan agar aktivitas jual beli dapat kembali berjalan lancar tanpa membebani ekonomi keluarga. Koordinasi lintas sektor untuk memperbaiki rantai pasokan dari daerah penghasil menjadi solusi mendesak yang diharapkan dapat segera terealisasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....