Hanyut Berhari-hari, Dua Nelayan Asal Sultra Diselamatkan di Perairan Maluku
- 20 Mar 2026 11:04 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Dua nelayan asal Sulawesi Tenggara yang dilaporkan hilang setelah mengalami mati mesin di tengah laut, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim SAR gabungan di perairan Maluku. Keduanya masing-masing bernama La Ode Johori (52) dan La Kasirudin (34).
Mereka sebelumnya berangkat menggunakan longboat dari wilayah Wakatobi pada 7 Maret 2026 dini hari menuju Pulau Moromaho untuk aktivitas pembuatan kopra. Setelah beberapa hari berada di lokasi, pada 13 Maret 2026 keduanya kembali melanjutkan perjalanan menuju Pulau Binongko.
Namun nahas, di tengah perjalanan perahu yang digunakan mengalami kerusakan mesin hingga membuat mereka hanyut dan kehilangan arah di laut lepas. Pihak keluarga yang tidak mendapat kabar kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada tim SAR.
Operasi pencarian sempat dilakukan oleh Pos SAR Wakatobi sejak 17 Maret, namun belum membuahkan hasil. Koordinasi lintas wilayah kemudian dilakukan antara Kantor SAR Kendari dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon untuk memperluas pencarian, termasuk penyampaian informasi pelayaran melalui SROP Ambon.
Kabar baik akhirnya datang pada 19 Maret sekitar pukul 11.15 WIT, kedua nelayan tersebut ditemukan oleh nelayan setempat di sekitar Pulau Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim SAR Ambon yang dipimpin langsung Kepala Kantor SAR Ambon, Muhamad Arafah, bergerak cepat dari Posko Siaga SAR di Pelabuhan Tulehu menggunakan kapal negara KN SAR Bharata menuju lokasi penjemputan dengan jarak tempuh sekitar 30 mil laut.
Sekitar pukul 13.25 WIT, tim SAR tiba di Pulau Nusalaut dan langsung melakukan evakuasi terhadap kedua korban. Pada pukul 14.27 WIT, seluruh korban berhasil dibawa naik ke kapal dalam kondisi selamat. Arafah menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor dan doa banyak pihak.
“Melalui koordinasi antara Kantor SAR Kendari, Polda Sulawesi Tenggara, dan Kantor SAR Ambon, serta bantuan nelayan setempat, kedua korban akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya. Saat ini, kedua nelayan berada dalam penanganan tim SAR Ambon.
Berdasarkan koordinasi dengan pihak keluarga, keduanya direncanakan akan dipulangkan ke daerah asal menggunakan KM Cirimai pada dini hari 20 Maret 2026.
Dengan ditemukannya kedua korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....