Desa Pesisir di Maluku Terancam Banjir Air Pasang

  • 02 Mar 2026 11:25 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Sejumlah desa di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Provinsi Maluku, utamanya desa-desa pesisir, menghadapi ancaman air pasang akibat cuaca buruk di awal Maret ini. Hantaman ombak dan naiknya permukaan air laut, membanjiri pemukiman warga, dan memaksa mereka untuk harus mengungsi menghindari hal buruk.

Di Dusun Tatinang, Desa Waisala, Kecamatan Huamual Kabupaten SBB, warga setempat harus menghadapi ancaman cuaca buruk dan hantaman gelombang. Selain pemukiman terendam air laut, juga merusak talud penahan ombak, serta pemakaman umum disapu rata.

Zul Salman, salah satu warga Seram Bagian Barat dihubungi pada Senin 2 maret 2026 membenarkan ancaman cuaca buruk dan hantaman gelombang. Ia mengirimkan tiga vidio pendek berdurasi beberepa detik, merekam dampak bencana dimaksud.

Di pekuburan umum atau Tempat Pemakan Akhir ( TPA) misalnya, puluhan makam-makam yang berada dipinggiran pantai,berserakan rusak porak-poranda,akibat hantaman gelombang air pasang. "Katong seng bisa (kami tidak bisa) bikin apa-apa, hanya mengungsi menghindari hantaman gelombang dan air pasang,” ucapnya dalam dialeg Ambon.

Dikatakan, cuaca buruk diikuti terjangan gelombang dan air pasang kali ini adalah yang terburuk. Sebelumnya BMKG Ambon sudah mengumumkan prakiraan cuaca yang dibagian melalui saluran resmi dan media sosial lainnya.

Diharapkan, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat segera melihat hal itu,dengan membangun talud penahan ombak atau anyaman bronjong yang lebih kokoh dan kuat, antisipasi kemungkinan terulangnya bencana serupa.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPPD) Kabupaten Seram Bagian Barat, Manda Kamelane, dihubungi menjelaskan ada 9 rumah yang tergenang. Namun hingga kini belum ada surat resmi yang diterima dari pihak Dusun atau Desa, hanya lewat WA.

“Seharusnya ada laporan resmi sehingga bisa dikoordinasikan dengan OPD teknis, walapupun sudah lewat WA,” ujarnya saat dihubungi RRI via seluler.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....