Ketika Dihujat, Petrus Fatlolon Hanya bisa Bersyukur: Saya Memaafkan!

  • 26 Feb 2026 19:22 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Mantan Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon hanya bisa senyum. Parasnya memperlihatkan suasana hati yang tak dendam, saat hujatan itu datang dari mulut Bupati aktif, Ricky Jauwerissa.

Baru-baru ini Bupati Ricky tampil terbuka di ruang Podcast GAMKI Tanimbar dalam program Bacarita Tanimbar tentang Setahun Kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, dr. Juliana Catarina Ratunak, Rabu, 25 Februari 2026.

Bukannya fokus menyampaikan capaian kerja selama setahun memimpin, Bupati Ricky malah menududing Bupati priode 2017-2022 itu, dalang dibalik ramainya pemberitaan soal dugaan praktek korupsi APBD 2020 dan dugaan minta duit Rp50 juta.

Dalam podcast yang ditayangkan secara langsung lewat youtube DPCGAMKITANIMBAR, Bupati Jauwerissa secara lantang memberikan klarifikasi terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus dugaan SPPD Fiktif APBD 2020, saat dirinya menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kepualuan Tanimbar. Selain itu, soal minta duit Rp50 juta.

Menurutnya, semua tuduhan tersebut tidaklah benar. Ia bahkan mempersilakan aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan agar persoalan tersebut menjadi terang dan tidak lagi menjadi bahan polemik.

“Kalau perlu periksa saja supaya clear. Jangan jadi bahan olok-olokan terus,” katanya.

Ia juga mengingatkan Petrus Fatlolon saat menjabat sebagai Bupati yang sempat meboyong, aktivis, wartawan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama ke Ambon dan Jakarta, untuk memperjuangkan PI 10 Persen Blok Masela.

“Jadi, kalau bicara fiktif, nda. kalau saya, ya. Tapi hati-hati, ini siapa yang main. Kalau lagi-lagi bahasanya Petrus Fatlolon, jangan lupa boyong orang banyak-banyak ke Ambon, dan Jakarta bahasanya adalah memperjuangkan PI Blok Masela, tapi yang diberangkatkan itu aktivis, wartawan, tokoh masyarakat dan tokoh agama, uangnya ambil dari mana, Setwan Pa. Apakah boleh, mereka-mereka atau sipil ini diberangkatkan gunakan uang negara atau APBD? Tidak bisa!,” ujar Bupati Ricky.

Petrus Fatlolon yang ditemui wartawan di Pengadilan Tipikor Ambon, enggan menanggapi. Menurutnya, semua fitnahan sudah ia maafkan. “Sudah saya maafkan. Orang-orang yang menyusahkan saya, fitnah saya. Sudah saya maafkan. Semuanya!,” ucapnya penuh senyum.

Menyinggung soal ucapan Bupati yang membandingkan kekayaan dengan dirinya, Petrus menyebut, harta dan kekayaan tidak pantas untuk di sombongkan.

“Semua itu milik Tuhan. Kita bersykur, kita di beri kecukupan. Biarlah dia (Bupati Ricky). Harta dan kekayaan tidak pantas untuk di sombongkan,” ujarnya.

“Kalau soal Rp50 juta, itu fakta sidang. Terungkap dalam persidangan, bukan dari mulut saya. Kan adik-adik (wartawan) lihat sendiri, kan. Tapi sudahlah, intinya sudah saya maafkan,” katanya menutup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....