Ambon Reality Music Tingkatkan Musik Berbasis Toleransi
- 24 Feb 2026 19:48 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID,Ambon – Kota Ambon telah dikenal sebagai “Kota Musik Dunia” dari UNESCO sejak 2019. Pengakuan tersebut menegaskan kekayaan musik Ambon yang memiliki DNA kuat, kemampuan harmoni yang khas, serta timbre vokal yang unik dan diakui luas.
Pada Oktober 2025, Ambon juga menjadi tuan rumah Festival Musik Internasional yang melibatkan 12 negara dengan tiga agenda utama, yakni Pertunjukan Musik Internasional, Asia Music Cities Forum, dan Resital Musik Pelajar. Kegiatan ini semakin memperkuat posisi Ambon dalam jejaring kota musik dunia.
Ketua ARM (Amboina Reality Musik), Sten Latumahina, dalam acara NGOBRAS (Ngobrol Bareng Komunitas) di studio Pro 1 RRI Ambon mengatakan bahwa penguatan ekosistem musik menjadi fokus bersama antara pemerintah dan komunitas.
“Sebagai Kota Musik Dunia, kita tidak boleh hanya berbangga dengan status. Kita harus terus bergerak, terutama dalam hal digitalisasi musik agar karya-karya musisi Ambon bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Sten Latumahina.
Menurutnya, digitalisasi menjadi kunci dalam meningkatkan distribusi dan komersialisasi produk musik melalui berbagai platform digital.
“Kita mendorong musisi untuk melek platform digital, karena di situlah ruang distribusi dan monetisasi terbuka lebar. Kalau dikelola dengan baik, ini bisa menjadi sumber ekonomi baru bagi anak-anak muda Ambon,” katanya.
Selain digitalisasi, kolaborasi antara musik tradisional dan modern juga terus didorong guna menciptakan identitas musikal yang semakin kuat.
“Kekuatan kita ada pada akar tradisi. Ketika musik tradisional dipadukan dengan sentuhan modern, itu menciptakan warna baru yang khas Ambon dan bisa menjadi barometer kemajuan musik Indonesia,” jelas Sten.
Ia juga menegaskan dukungan Pemerintah Kota Ambon terhadap program Manajemen Talenta Nasional (MTN) untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi generasi muda di bidang musik.
“Pemerintah Kota Ambon mendukung Manajemen Talenta Nasional untuk memastikan talenta-talenta muda kita terdata, terarah, dan mendapatkan ruang pengembangan yang maksimal,” ungkapnya.
Sten berharap, berbagai upaya tersebut dapat memperkuat peran budaya musik sebagai pendorong pembangunan berkelanjutan.
“Musik bukan hanya soal seni, tetapi juga soal ekonomi dan identitas. Kalau dikelola serius, sektor musik bisa menjadi pilar ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif bagi masyarakat Ambon,” tutupnya.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, Ambon terus memperkokoh posisinya sebagai pusat kreativitas musik Indonesia dan dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....