Batu Raksasa Bergerak, Warga Effa Terancam.
- 12 Jul 2025 21:34 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Warga Negeri Effa, Kecamatan Watubela Kesui, Kabupaten Seram Bagian Timur, terus diliputi kecemasan. Tanah longsor yang terjadi hampir setiap saat telah merusak lahan pertanian dan merobohkan ratusan pohon cengkeh, kenari, serta pala sumber penghidupan utama mereka. Yang lebih mengkhawatirkan, bencana ini kerap terjadi tanpa didahului hujan.
Malam tadi (11/7), kepanikan kembali melanda ketika tanah bergerak disertai suara gemuruh. Getarannya terasa hingga pemukiman warga, memicu aksi penyelamatan diri ke daerah yang lebih tinggi.
Rustam Rumakamar, salah seorang warga, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap batu raksasa yang terus bergerak mendekati kampung.
"Batu itu besarnya seperti rumah. Sekarang posisinya sudah bergeser 10-15 meter dari tempat semula. Yang menakutkan, jaraknya hanya sekitar 200 meter dari rumah-rumah warga," ujarnya.
Menurut Rustam, pergerakan batu tersebut semakin mengikis stabilitas tanah di sekitarnya. "Jika sampai longsor, bukan hanya kebun yang hancur, tapi nyawa kami juga terancam," tambahnya.

Pagi hari Warga melakukan doa bersama meminta perlindungan agar dilindungi dari Bencana.
Bencana berulang ini telah merenggut mata pencaharian warga. Kebun-kebun yang menjadi andalan ekonomi kini tertimbun tanah, sementara ancaman longsor semakin nyata. Namun, hingga kini, belum ada tindakan konkret dari pemerintah untuk mengamankan warga.
"Kami meminta pemprov Maluku, Pemda SBT, DPRD Maluku dapil SBT segera meninjau lokasi kejadian atau setidaknya memberikan solusi jangka panjang. Tidak bisa terus begini, warga dalam ketakutan," desak Rustam.
Sementara itu, pemuda setempat tengah membangun tenda untuk menampung warga yang mengungsi dan masih menunggu kepastian. Mereka berharap pemerintah tidak tinggal diam sebelum bencana lebih besar benar-benar terjadi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....