Bekantan, Primata Endemik Indonesia

  • 24 Jan 2026 19:45 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Bekantan merupakan salah satu primata endemik Indonesia yang hanya dapat ditemukan di Pulau Kalimantan. Satwa dengan ciri khas hidung panjang ini menjadi simbol kekayaan hayati sekaligus identitas alam Kalimantan. Keberadaan bekantan tidak ditemukan di belahan dunia lain, sehingga kelestariannya menjadi tanggung jawab bersama masyarakat Indonesia.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, populasi bekantan terus mengalami penurunan. Hal ini tidak terlepas dari semakin berkurangnya habitat alami mereka akibat alih fungsi hutan menjadi kawasan industri, perkebunan, serta permukiman. Hutan mangrove dan hutan rawa yang menjadi tempat hidup bekantan kini semakin terdesak.

Kehilangan bekantan pada dasarnya sama dengan kehilangan hutan Kalimantan itu sendiri. Satwa ini sangat bergantung pada ekosistem hutan yang sehat untuk mencari makan, berkembang biak, dan bertahan hidup. Jika hutan rusak, maka rantai kehidupan bekantan juga ikut terancam.

Sejumlah pemerhati lingkungan menilai, keberadaan bekantan dapat menjadi indikator kondisi hutan Kalimantan. Ketika populasi bekantan menurun, hal tersebut menjadi tanda bahwa ekosistem hutan sedang mengalami tekanan serius. Oleh karena itu, upaya pelestarian tidak bisa hanya berfokus pada satwanya, tetapi juga pada perlindungan habitatnya.

Masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap kelestarian hutan dengan tidak melakukan penebangan liar, pembakaran hutan, maupun aktivitas yang merusak lingkungan. Selain itu, dukungan terhadap program konservasi dan kawasan lindung juga dinilai penting untuk menjaga keseimbangan alam Kalimantan.

Peran generasi muda juga sangat dibutuhkan dalam menyuarakan pentingnya menjaga hutan dan satwa endemik melalui edukasi, media sosial, maupun kegiatan lingkungan. Kesadaran kolektif diyakini dapat menjadi kekuatan besar dalam menyelamatkan bekantan dari ancaman kepunahan.

Melindungi bekantan berarti melindungi hutan Kalimantan sebagai warisan alam yang tak ternilai. Dengan menjaga hutan tetap lestari, bukan hanya bekantan yang terselamatkan, tetapi juga keberlangsungan kehidupan manusia dan ekosistem di masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....