Apakah Paru-paru Masih Sehat Seiring Bertambah Usia?

  • 06 Jan 2026 21:34 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Paru-paru menyimpan banyak petunjuk penting mengenai kondisi kesehatan seseorang seiring bertambahnya usia. Setiap tarikan napas membuat organ vital ini terpapar polusi udara, debu, alergen, hingga mikroorganisme dari lingkungan sekitar. Paparan yang terjadi terus-menerus, tanpa disadari, dapat mempercepat penuaan paru-paru dan berdampak pada kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Tak hanya berfungsi sebagai organ pernapasan, paru-paru juga memiliki peran erat dengan sistem kekebalan tubuh, kesehatan jantung, hingga fungsi otak. Karena itu, mengenali kondisi paru-paru sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas hidup di masa depan.

Fungsi paru-paru mencapai puncak di usia muda

Pada awal Mei 2025, tim peneliti internasional di bidang kesehatan pernapasan merilis studi yang memetakan perubahan fungsi paru-paru manusia sepanjang usia. Penelitian yang melibatkan sekitar 30.000 responden laki-laki dan perempuan ini menemukan bahwa fungsi paru-paru mencapai puncaknya pada usia awal hingga pertengahan 20-an.

“Pada perempuan, kapasitas paru-paru biasanya mencapai puncak beberapa tahun lebih awal dibandingkan laki-laki, kemudian mulai menurun,” ujar Judith Garcia-Aymerich, profesor di Barcelona Institute for Global Health, dikutip dari BBC, Selasa (6/1/2025).

Penurunan tersebut merupakan bagian alami dari proses penuaan. Namun, faktor eksternal seperti kebiasaan merokok, paparan polusi udara, serta asma yang kambuh dapat mempercepat penurunan fungsi paru-paru.

Meski demikian, kapasitas paru-paru yang optimal di usia muda memberikan perlindungan jangka panjang. Semakin baik fungsi paru-paru sejak dini, semakin besar ketahanan tubuh terhadap penyakit pernapasan kronis di kemudian hari.

Cara sederhana mengukur kapasitas paru-paru di rumah

Meski pemeriksaan medis menggunakan spirometer membutuhkan biaya, masyarakat dapat melakukan perkiraan sederhana kapasitas paru-paru di rumah. Tes ini mengukur forced vital capacity (FVC), yakni jumlah udara maksimal yang dapat dihembuskan setelah menarik napas sedalam mungkin.

Alat yang dibutuhkan cukup sederhana, seperti botol plastik besar, air, ember, dan selang karet. Dari hasil embusan napas, volume udara yang keluar dapat dihitung berdasarkan skala air dalam botol. Nilai ini menjadi gambaran awal kapasitas vital paru-paru seseorang.

Selain itu, tes sederhana lainnya adalah mengukur durasi embusan napas. Setelah menarik napas penuh, hembuskan perlahan dan hitung durasinya. Idealnya, embusan napas dapat bertahan minimal 11 detik.

Arti hasil tes dan dampaknya bagi kesehatan

Menurut American Lung Association, kapasitas vital paru-paru dapat menurun sekitar 0,2 liter setiap dekade, bahkan pada individu sehat yang tidak merokok. Secara umum, kapasitas paru-paru normal berada pada kisaran tiga hingga lima liter.

Namun, hasil tes rumahan tidak boleh ditafsirkan secara berlebihan. Banyak orang kesulitan mengosongkan paru-paru secara maksimal, sehingga hasilnya bisa lebih rendah dari kondisi sebenarnya.

Seiring bertambahnya usia, jaringan paru-paru kehilangan elastisitas, otot pernapasan melemah, dan struktur tulang rusuk berubah. Jika penurunan fungsi paru-paru terjadi secara signifikan, risiko sesak napas dan penyakit paru obstruktif kronis (COPD) dapat meningkat.

Tak hanya itu, penurunan fungsi paru-paru juga dikaitkan dengan tekanan darah tinggi, gangguan metabolik, penyakit autoimun, hingga penurunan fungsi kognitif.

Kapan perlu memeriksakan paru-paru ke dokter?

Pakar menyarankan pemeriksaan klinis menggunakan spirometer jika seseorang mengalami sesak napas yang tidak biasa. Pemeriksaan ini mengukur FVC, forced expiratory volume (FEV1), serta rasio keduanya untuk mendeteksi gangguan aliran udara.

“Pada orang tanpa gejala, pemeriksaan fungsi paru sebaiknya dilakukan setiap 10 tahun. Namun, jika muncul keluhan napas, pemeriksaan harus dilakukan segera,” imbau para ahli.

Menjaga kesehatan paru-paru melalui gaya hidup sehat, menghindari polusi dan rokok, serta rutin berolahraga menjadi kunci agar fungsi paru tetap optimal hingga usia lanjut.

Rekomendasi Berita