Konsumsi Obat Dexamethasone ada Risikonya
- 20 Des 2025 20:52 WIB
- Ambon
KBRN, Ambon: Dexamethasone kerap disalahartikan sebagai obat serbaguna untuk meredakan peradangan hingga meningkatkan kondisi tubuh. Padahal, obat ini termasuk golongan kortikosteroid keras yang berisiko menimbulkan efek samping serius jika digunakan tanpa pengawasan tenaga kesehatan.
Sebagai obat yang bekerja menekan sistem imun dan peradangan, dexamethasone hanya boleh digunakan untuk kondisi medis tertentu dan dalam durasi terbatas sesuai anjuran dokter. Penggunaan sembarangan justru dapat membahayakan kesehatan, mulai dari gangguan metabolik hingga penurunan daya tahan tubuh. Dikutip dari Kompas.com.
Digunakan untuk kondisi medis tertentu
Apoteker sekaligus edukator kesehatan Eza Riyeni menjelaskan bahwa dexamethasone biasanya diresepkan dokter untuk penyakit yang melibatkan peradangan berat atau gangguan sistem imun.
“Dexamethasone itu obat kortikosteroid yang kerjanya menenangkan peradangan dan reaksi tubuh yang terlalu aktif. Penggunaannya harus tepat indikasi dan diawasi tenaga medis,” kata Eza Riyeni.
Menurutnya, obat ini digunakan pada kondisi seperti asma berat, radang sendi, radang usus, radang kulit dan mata, alergi berat, hingga penyakit autoimun seperti lupus. Pada kasus tertentu, dexamethasone juga diberikan kepada pasien Covid-19 dengan kondisi berat yang sudah membutuhkan oksigen atau ventilator, bukan pada pasien bergejala ringan.
Risiko efek samping jika digunakan sembarangan
Eza mengingatkan bahwa penggunaan dexamethasone tanpa resep dokter dapat menimbulkan berbagai efek samping. Efek ringan yang sering muncul antara lain sakit kepala, sulit tidur, peningkatan nafsu makan, dan gangguan lambung.
Namun, dampak yang lebih serius dapat terjadi jika obat ini dikonsumsi tanpa pengawasan atau dalam jangka panjang.
“Efek beratnya bisa berupa lonjakan gula darah, tekanan darah meningkat, jantung berdebar tidak teratur, penglihatan kabur, hingga tubuh terasa sangat lelah,” ujarnya.
Selain itu, sifat imunosupresan pada dexamethasone membuat daya tahan tubuh menurun sehingga pengguna menjadi lebih rentan terhadap infeksi apabila dikonsumsi tanpa indikasi medis yang jelas.
Tidak boleh dihentikan secara mendadak
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menghentikan dexamethasone secara tiba-tiba setelah digunakan dalam waktu lama. Hal ini dapat memicu gangguan serius pada tubuh.
“Penghentian dexamethasone harus bertahap sesuai arahan dokter. Jika dihentikan mendadak, tubuh bisa mengalami syok hormonal,” jelas Eza.
Ia juga menegaskan bahwa dexamethasone bukan suplemen dan tidak berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
“Mengonsumsi dexamethasone agar badan terasa kuat atau nafsu makan meningkat adalah keliru dan berbahaya,” tegasnya.
Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan dexamethasone tanpa resep dokter dan selalu berkonsultasi dengan tenaga medis jika membutuhkan pengobatan menggunakan obat steroid.