Wali Kota Ambon Dorong Jukulele Jadi Identitas Budaya Kota

  • 31 Agt 2026 19:58 WIB
  •  Ambon

‎RRI.CO.UD, Ambon - Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mendorong pelestarian dan pengembangan musik jukulele sebagai bagian dari identitas budaya Kota Ambon.

‎Hal itu disampaikan Wattimena saat membuka Grand Final Lomba Jukulele Tingkat Kota Ambon dalam rangka memeriahkan HUT ke-451 Kota Ambon, Senin, 31 Agustus 2026, yang berlangsung di Taman Pattimura kota Ambon.

‎Wattimena mengatakan, jukulele merupakan salah satu musik tradisional yang telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Ambon. Karena itu, keberadaannya harus terus dijaga dan dilestarikan oleh seluruh elemen masyarakat.

‎“Jukulele merupakan salah satu musik tradisional yang tumbuh dan berkembang. Karena itu, tanggung jawab kita bersama untuk menjaga dan melestarikannya menjadi bagian penting dari upaya menghidupkan identitas budaya lokal kita,” kata Wattimena.

‎Menurutnya, status Ambon sebagai Kota Musik Dunia yang ditetapkan UNESCO membawa tanggung jawab besar bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus mengembangkan ekosistem musik di daerah.

‎Predikat tersebut harus diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis musik sekaligus melibatkan seluruh masyarakat.

‎“Ini bukan hanya tanggung jawab warga Kota Ambon, tetapi bagaimana kita terus memastikan kota kreatif berbasis musik itu tumbuh dan berkembang lewat kegiatan yang dilakukan pemerintah dan semua pihak,” ujarnya.

‎Mengusung tema “Jukulele Par Samua, Ambon for Dunia”, Wattimena menilai jukulele tidak sekadar menjadi alat musik, tetapi juga dapat menjadi sarana pemersatu masyarakat serta memperkuat identitas Kota Ambon.

‎Ia berharap, pengembangan jukulele ke depan tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seni dan hiburan, tetapi dapat menjadi bagian dari jiwa dan semangat masyarakat dalam membangun Kota Ambon.

‎Semangat tersebut turut terlihat dari penampilan para peserta dalam Grand Final Lomba Jukulele Tingkat Kota Ambon. Salah satu yang mencatat prestasi adalah Hatuhena Voice, yang berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang tersebut.

‎Selain prestasi Hatuhena Voice, Kecamatan Sirimau juga berhasil meraih predikat Juara Umum dalam lomba jukulele tersebut.

‎Wattimena berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pelaku seni, khususnya generasi muda, untuk terus mengembangkan musik jukulele dan menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Kota Ambon.

‎Ia bahkan menargetkan pelaksanaan lomba jukulele tahun depan dapat dikembangkan lebih besar dengan melibatkan pemain dalam jumlah yang lebih banyak.

‎“Di tahun depan mari katong tunjukkan ke dunia bahwa jukulele bukan hanya alat musik, tetapi menjadi jiwa dan semangat bersama. Katong pecahkan rekor MURI di final sebagai pemain jukulele terbanyak,” tegasnya.

‎Target tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Ambon sebagai Kota Musik Dunia sekaligus membawa musik jukulele Ambon dikenal lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

‎Untuk diketahui, Grand Final Lomba Jukulele Tingkat Kota Ambon dalam rangka memeriahkan HUT ke-451 Kota Ambon diikuti oleh 15 peserta yang merupakan perwakilan juara 1,2 dan 3 dari 5 kecamatan di kota Ambon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....