HUT ke-451, Permainan Tradisional Jadi Alternatif Anak Kurangi Gadget

  • 31 Agt 2026 08:30 WIB
  •  Ambon

‎RRI.CO.ID, Ambon- Permainan tradisional kembali dihadirkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-451 Kota Ambon. ‎Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mengenalkan kembali permainan rakyat kepada generasi muda sekaligus memberikan alternatif aktivitas di luar penggunaan gadget.

‎Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Provinsi Maluku, Jemi Putirulan, mengatakan perlombaan permainan tradisional tahun ini melibatkan dua jenjang pendidikan, yakni sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

‎Untuk jenjang SD, terdapat 45 tim yang merupakan perwakilan dari seluruh kecamatan di Kota Ambon. Sementara untuk tingkat SMP, sebanyak 15 tim ikut berpartisipasi.

‎“Perlombaan kita laksanakan untuk dua jenjang. Pertama tingkat SD, ada 45 tim dari perwakilan semua kecamatan yang ada di Kota Ambon. Kemudian tingkat SMP ada 15 tim,” kata Jemi.

‎Menurutnya, masing-masing jenjang mempertandingkan empat jenis permainan tradisional, yakni Tarompa, engram batok, lombat karung, lari bendera dan jalan balok. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengenal kembali permainan yang dahulu dimainkan oleh orang tua maupun kakak-kakak mereka.

Jemi mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Ambon melalui KORMI dan Tim Penggerak PKK Kota Ambon yang ikut mendorong pelestarian permainan tradisional.

Ia menilai, di tengah perkembangan teknologi, anak-anak saat ini semakin terbiasa menghabiskan waktu dengan gadget. Karena itu, permainan tradisional perlu dihadirkan sebagai alternatif yang menyenangkan sekaligus mengandung nilai kebersamaan.

‎“Kita jangan selalu membiarkan anak-anak membiasakan diri dengan permainan yang hanya menggunakan gadget. Permainan tradisional harus menjadi alternatif supaya mereka tahu bahwa dulu mama dan kakaknya juga bermain permainan ini, dan sekarang saatnya mereka mengenalnya kembali,” ujarnya.

‎Putirulan berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga permainan tradisional tidak hanya menjadi bagian dari perlombaan saat perayaan HUT Kota Ambon, tetapi dapat kembali menjadi aktivitas anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.

‎“Harapan kami ke depan, permainan tradisional ini bisa terus hidup dan dikenal oleh generasi muda,”ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....