Back to Root Santika Premiere Ambon: Merawat Budaya dan Persaudaraan

  • 19 Agt 2026 09:20 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon - Semangat merawat nilai-nilai kebudayaan lokal dan kebangsaan mewarnai pembukaan General Staff Meeting (GSM) Triwulan II 2026 Hotel Santika Premiere Ambon. Kegiatan internal tersebut dikemas secara berbeda melalui pementasan Mini Pagelaran bertajuk "Back to Root" yang berlangsung di Ballroom Hotel Santika Premiere Ambon, Jumat, 14 Agustus 2026.

Pertunjukan kolaboratif antara Sales & Marketing Department dan Food & Beverage Service Department ini menyuguhkan perpaduan musik tradisional Maluku, seni tari, narasi, drama, animasi, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Rangkaian acara diawali dengan segmen "The Mystical of Maluku" yang menampilkan gema instrumen tradisional Tahuri, Totobuang, Hio-Hio, serta tarian daerah seperti Kapata Henamasawaya, Cakalele, dan Tari Pata Cengkeh. Suasana kemudian berlanjut ke segmen "The Wonderland Indonesia" yang menyajikan visualisasi keberagaman Nusantara, pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Proklamasi, dan doa bersama dalam nuansa peringatan HUT ke- 81 Kemerdekaan RI.

Puncak acara ditandai dengan segmen "Harmony in Gandong", di mana para penampil dan audiens membentuk lingkaran besar untuk bernyanyi bersama, menyimbolkan keharmonisan lintas agama dan budaya dalam ikatan tradisi persaudaraan Gandong khas Maluku.

Konseptor sekaligus Art Director Mini Pagelaran "Back to Root", Audra Pattiasina dalam press realase yang diterima RRI, menjelaskan bahwa pagelaran ini dirancang untuk mengajak setiap individu kembali mengenali identitas diri dan asal-usulnya. Menurutnya, akar budaya yang kuat tidak menghambat kemajuan, melainkan menjadi fondasi utama dalam menghadapi masa depan.

"Back to Root bagi saya adalah sebuah perjalanan untuk kembali mengingat siapa kita, dari mana kita berasal, dan nilai apa yang membuat kita tetap menjadi satu. Kita boleh tumbuh, berkembang, dan bergerak jauh ke depan, tetapi jangan pernah kehilangan akar yang membentuk identitas kita. Karena akar yang kuat membuat kita mampu berdiri lebih kokoh," ujar Audra.

Ia menambahkan, pesan utama dari pertunjukan ini adalah pentingnya menjaga nilai saling menghargai dan rasa persaudaraan di tengah perbedaan.

"Kami ingin membawa penonton merasakan perjalanan dari Maluku, melihat keberagaman Indonesia, kemudian kembali kepada Gandong. Pada akhirnya, setelah semua perbedaan budaya, agama, dan latar belakang, kita tetap memiliki satu kebutuhan yang sama—untuk hidup berdampingan dan menjadi satu keluarga," tambahnya.

Karya seni bertema budaya ini dirancang oleh tim kreatif internal yang melibatkan Audra Pattiasina (Art Director), Cindy Sabarlele (Co-Director), Prima Lulu (Penata Musik), Jean Manuputty (Multimedia), serta Clara Leleury (Videografer).

Melalui kegiatan ini, pihak manajemen menunjukkan bahwa agenda internal korporasi juga dapat difungsikan sebagai wadah edukasi budaya, penguatan identitas lokal, serta pemeliharaan nilai-nilai persaudaraan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....