Tradisi Pattimura Kembali Hidup, Pulau Saparua Dipadati Masyarakat
- 14 Mei 2026 13:21 WIB
- Ambon
RRI.CO ID, Ambon - Menjelang peringatan Hari Pattimura 15 Mei 2026 besok, ribuan warga masyarakat Kota Ambon memilih bertolak menuju Pulau Saparua untuk menyaksikan langsung rangkaian prosesi adat yang menjadi tradisi tahunan masyarakat Maluku. Salah satu momen yang paling dinantikan yakni prosesi pembakaran obor Pattimura di Gunung Saniri.
Pantauan di Pulau Saparua, suasana mulai ramai dipadati warga dari berbagai daerah. Bahkan, sebagian masyarakat sudah datang sejak tiga hingga empat hari sebelum acara inti dimulai. Mereka ingin mendapatkan pengalaman langsung menyaksikan prosesi sakral yang selama ini hanya dilihat melalui cerita maupun media sosial.
Bagi masyarakat Maluku, Pattimura bukan sekadar nama yang terpajang di dinding sekolah. Pattimura adalah simbol perjuangan, keberanian, dan semangat rakyat Maluku melawan penjajahan. Sosoknya terus hidup dalam tradisi adat yang diwariskan turun-temurun hingga saat ini.
Patrecia Warela, warga Hative Besar, Kota Ambon mengatakan dirinya sudah lama ingin menyaksikan prosesi awal penyalaan obor di Gunung Saniri. Namun baru pada tahun 2026 ini keinginannya akhirnya bisa terwujud.
Menurutnya, sesampainya di Pulau Saparua, ia merasa kaget melihat begitu banyak masyarakat yang juga datang untuk menyaksikan prosesi tersebut. Antusias warga terlihat sejak di kawasan baileo hingga lokasi keberangkatan menuju Gunung Saniri.
Ia juga menjelaskan, sebelum rombongan bertolak menuju Gunung Saniri, masyarakat terlebih dahulu melakukan ritual adat di rumah adat atau baileo sebagai bagian dari penghormatan terhadap leluhur dan nilai budaya yang diwariskan. Patrecia berharap tradisi seperti ini tetap dijaga dan dilestarikan karena menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Maluku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....