Curhatan Kristin Lumatalela, Calon Paskibraka Peringkat Satu Gagal ke Jakarta

  • 10 Jun 2024 19:40 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Kristianie Lumatalela alias Kristin, salah satu putri terbaik Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang menempati posisi peringkat satu dalam seleksi paskibraka tingkat provinsi, mendapat perlakuan tak adil.

Kristin tiba-tiba tidak masuk dalam daftar anggota paskibraka yang mewakili Provinsi Maluku untuk mengibarkan bendera pada HUT RI 17 Agustus 2024 mendatang.

Kristin menuturkan, mendapat nilai akhir seleksi paskibraka 89, 46 dari 60 putra dan Putri terbaik yang terpilih untuk mengikuti seleksi paskibraka di tingkat provinsi ke tingkat nasional.

Masuk peringkat satu dari 60 anggota pakisbraka, Kristin harus kembali menjalani penyaringan untuk menemukan 4 orang terbaik yang akan mewakili provinsi Maluku di tingkat nasional

Sudah pasti Kristin ikut menemani tiga rekannya sebagai anggota pakisbraka untuk mewakili utusan dari provinsi ikut seleksi di tingkat pusat

Dan benar saja, Kristin lolos dan mendapat panggilan dari pak Heys agar besok pagi pukul 06.00 Wit sudah ada di kantor gubernur untuk menunggu petunjuk selanjutnya.

Dia bersama tiga teman lainnya, Cleo Valdy Ririhena, Aril Lestaluhu dan Riska DF Latuconsina diperintahkan oleh Kesbangpol, Abdi Wasahua menuju laboratorium Kesehatan Haulussy Ambon dan kemudian ke RS Haulussy untuk Medical Check Up.

“Kami berempat di antar dan di kawal oleh pak Ipul dari kesbangpol dan ibu dokter Shellha. Dari hasil MCU kami berempat adalah : 1.M F A Lestaluhu (MS) 2. Cleo V. Ririhena (TMS) hasil tensi 160, bengkak jantung, gigi 5 berlubang. 3. Riska D.F Latuconsina (TMS), Gigi 10 berlubang dan 5 tidak ada, mata minus 3,5 dan Kristine Lumatalale (TMS) hb rendah /7 dan colebs,”ungkapnya.

Namun anehnya, setelah ada pengumuman lolos seleksi, kembali ada pemeriksaan kesehatan.

Kristin menambahkan dari hasil MCU nama yang tadinya di pengumuman untuk berangkat seleksi pusat terjadi perubahan dengan alasan tidak memenuhi syarat (TMS)

Perubahan ini dirasa tidak adil, karena ada nama yang tidak ikut MCU seperti Michelle dewi Salamoni dan Riska DF Latuconsina yang tidak memenuhi syarat (TMS) karena Gigi 10 berlubang dan 5 tidak ada serta mata minus 3,5 bisa lolos seleksi ke pusat, sementara dirinya yang ikut MCU dan cuma HB kurang sedikit di nyatakan gugur.

“Bahkan ada isu yang sengaja di buat kalau saya pada waktu latihan sering pingsan itu tidak benar. Banyak saksinya dari awal seleksi sampai akhir tidak pernah terjadi,”ucapnya.

Pada H-1 jadwal keberangkatan tanggal 9 Juni, dirinya mendapat kiriman link di grup paskibraka, setelah di buka benar terjadi perubahan nama yang mendapat tiket pesawat siap untuk berangkat. Mereka adalah: 1. Michelle Dewi Salamoni 2. Riska D F Latuconsina 3. Muhammad Fahry Lestaluhu 4. Arum Asih Lestari dan 5. Ali Madzwal Tawainela.

“Tadinya empat orang, berubah lagi menjadi lima orang. Ini tidak adil. Yang terjadi dari empat orang ikut MCU, satu orang lolos (ms) tiga orang tidak lolos (tms) ko kenapa cuma bt( Kristianie lumatalale dan Cleo Valdy Ririhena sementara Riska DF Latuconsina juga TMS bisa lolos,”sesalnya.

Kristin berharap, panitia seleksi paskibraka berlaku adil, karena berjuang membawa nama daerah masing masing .

“Jangan hanya karena kepentingan atau maksut tertentu sehingga ada yang harus jadi tumbalnya,” pinta Kristin.

Kristin menduga, seleksi paskibraka kali ini sudah di atur sebelumnya, terbukti yang TMS bisa di loloskan dan yang tidak ikut MCU bisa juga di loloskan oleh panitia seleksi, sedangkan yang berjuang dengan keras menjadi tumbal oknum panitia.

Semoga kasus ketidakadilan ini di dengar pj Gubernur dan segera memeriksa oknum oknum yang terlibat dengan kepentingan pribadi ,”pinta Kristin.

Kepala Kesbanpol Maluku, Daniel E Indey yang dikonfirmasi mengaku, Kristianie Lumatale yang merupakan perwakilan dari Kabupaten SBB ini memiliki nilai yang bagus dalam proses seleksi. Hanya saja, saat pemeriksaan Medical Chak Up (MCU) dinyatakan tidak memenuhi syarat.

“Soal yang perwakilan dari SBB itu, ada dua hal saja. Yaitu. soal nilainya itu bagus, nah cuman periksa MCU. Sebelum berangkat berlangsung ke Jakarta untuk seleksi lagi. Dari MCU itu, adik kita ini tidak menuhi syarat kesehatan dari hasil pemeriksaan dokter, sebagaiman ditetapkan oleh panitia pusat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila di Jakarta,” ungkap Daniel.

Mantan Penjabat Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini menjelaskan, pemeriksaan kesehatan sudah lebih awal sejak seleksi di Kabupaten/Kota, namun pemeriksaan kesehatan di tingkat Provinsi berbeda.

“Ditingkat Kabupaten/Kota sudah dilakukan pemeriksaan, namun sebelum ke Jakarta di Provonsi juga melakukan pemeriksaan MCU, dan itu berbeda. MCU dilakukan kesehatan secara detil dan dilakukan langsung dokter spesialis mata, spesialis jantung, gigi dan penyakit dalam,” pungkasnya.

Meskipun demikian, Daniel tidak menjelaskan alasan tentang peserta yang sudah dinyatakan tidak lolos, namun tetap dikirimkan untuk mewakili Maluku.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....