Begini Kronologis Bentrok antar Pemuda di Kudamati

  • 04 Apr 2024 12:38 WIB
  •  Ambon

KBRN, Ambon: Bentrok antar pemuda terjadi di kawasan Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, kembali peca, Kamis (4/4/2024) dini hari.

Aksi serang sesama pemuda Kudamati tepatnya di Farmasi dan Rumah Tingkat terjadi sejak pukul 02.35 Wit. Tepatnya di depan Kantor Balai POM itu, aksi serang menggunakan batu tak terhindarkan. Kosentrasi masa pun terlihat hingga pagi tadi.

Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Janete S Luhukay menjelaskan, awal kejadian pukul 02.00 WIT, saat personil Polsek Nusaniwe melaksanakan pengamanan di Kantor Asabri Cabang Ambon dan Pangkalan Ojek Farmasi dalam rangka mengantisipasi aksi serupa antara kedua kelompok pemuda.

Tiba-tiba, kata Juru Bicara Polresta Ambo ini, terlihat seorang pemuda dari lorong rumah tingkat (identitas tidak diketahui) datang mendekat ke arah pangkalan ojek farmasi dan langsung melakukan lemparan menggunakan batu secara diam-diam. Saat itu, pangkalan tersebut sedang ditempati oleh Personil Polsek Nusaniwe.

Melihat hal tersebut, Anggota Polsek Nusaniwe langsung melakukan pengejaran dengan menggunakan sepeda motor akan tetapi oknum pemuda tersebut melarikan diri dan tidak ditemukan.

“Berselang 5 menit kemudian terlihat sekelompok pemuda rumah tingkat sekitar 6 orang mulai berdatangan mendekati lokasi pangkalan ojek farmasi dan berteriak untuk memancing Pemuda Farmasi untuk keluar, akan tetapi kelompok pemuda Farmasi tidak menanggapi dan memilih berada di dalam lorong,” ungkap Ipda Janete.

Kehadiran mereka, lantas di respon oleh personel Polsek Nusaniwe dengan cara menegur untuk kembali. Namun, teguran itu tidak dihiraukan mereka. Kelompok pemuda dari rumah tingkat terus maju sambil melakukan pelemparan terhadap pengkalan ojek Farmasi dan rumah warga sekitar.

Akibat aksi itu, menyebabkan kelompok massa dari Pemuda Farmasi langsung merespon,dan terjadi aksi saling lempar batu antar kedua kelompok pemuda.

Melihat konsentrasi massa antara kedua kelompok pemuda tidak bisa dikendalikan, personil Polsek Nusaniwe langsung menghubungi Kapolsek Nusaniwe untuk meminta bantuan dari unit PRC Polresta Ambon.

"Lantaran sudah tidak diindahkan sehingga anggota langsung menghubungi Kapolsek untuk meminta bantuan. Selang beberapa menit kemudian Kapolsek Nusaniwe tiba di lokasi Kejadian dan bersama-sama personilnya mencoba untuk menghalau kedua kelompok,"ungkapnya.

Sekitar Pukul 02.55 Wit, Ka SPKT Polresta dan PRC tiba di lokasi kejadian dan langsung berusaha membubarkan kedua kelompok masa dengan cara melepaskan Gas Air Mata sehingga kedua kelompok pemuda tersebut langsung membubarkan diri dan kembali ke lokasi masing-masing.

Kendati demikian sekitar Pukul 04.30 Wit, kelompok masa dari Rumah tingkat kembali lagi dan melempari pihak kepolisian menggunakan batu sambil meneriaki Polisi anjing, Polisi Babi, Polisi Sambo dan Polisi India sehingga PRC kembali membubarkan kelompok masa dari rumah tingkat dengan melepaskan gas air mata.

Akibat dari kejadian tersebut, akses jalan utama menuju RSU Dr. Haulussy tidak bisa di lewati oleh pengguna jalan akibat kelompok masa dari Rumah Tingkat membuat konsentrasi massa di depan Swalayan Indomaret, sambil melempari personil Kepolisian.

"Untuk situasi saat ini hingga pukul 05.50 WIT, kelompok masa dari Farmasi sudah membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing, namun kelompok masa dari Rumah Tingkat masih terus bertahan dan menutupi ruas jalan utama dengan meneriaki masyarakat Farmasi dan pihak kepolisian dengan kata-kata ejakan," ujar kasi Humas

Dari kejadian tersebut tidak terdapat korban luka maupun kerugian material. Namun, hingga saat ini aparat Kepolisian masih berada di TKP sambil menunggu situasi benar-benaf kondusif.

Kasi Humas menambahakan, aksi saling lempar batu antara kedua kelompok pemuda merupakan imbas dari kejadian pada, Senin (1/4/2024) yang dipicu adanya salah seorang pemuda dari farmasi melakukan pemukulan terhadap salah satu pemuda rumah tingkat, sehingga terjadi aksi saling ketersinggungan yang menyebabkan kedua kelompok pemuda melakukan aksi saling lempar batu.

Diakuinya, bentrok antara kedua kelompok pemuda tersebut biasanya dilatarbelakangi adanya egoisme yang tidak ingin kalah dari kelompok pemuda lain, dengan sama-sama ingin menunjukkan eksistensinya, serta adanya pengaruh miras, sering berkumpul, serta saling ejek antara kedua pemuda.

"Kapolsek Nusaniwe bersama anggota di TKP yaitu melakukan Proses Mediasi dengan Pemuda Rumah Tingkat agar bisa kembali membubarkan diri dan meninggalkan lokasi TKP agar akses jalan utama di TKP bisa kembali dilewati oleh pengguna Jalan. Dan sampai dengan saat ini Pukul 06.50 Wit Anggota masih berada di lokasi TKP menunggu situasi benar-benar kondusif,"jelas Ipda Janete.

Terkait Gas Air mata yang digunakan untuk membubarkan massa diketahui di protes warga. Namun, protes tersebut sudah ditangani, dengan korban yang terdampak gas air mata sudah Kasi Dokkes dan Dokkes Polda Maluku.

"Situasi kondusif dan jalan sudah lancar. Saat ini Pos Sementara itu sdh dari 3 hari lalu. Anggota ditempatkan di Pos Ojek Farmasi dan Pos Gereja Kana depan kantor imigrasi,"tutup Ipda Janete.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....