Thaher Hanubun Masuk Bursa, Peta Perebutan Demokrat Maluku Mulai Berubah
- 05 Okt 2026 11:39 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon - Kemunculan Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, dalam bursa kandidat Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Maluku mulai mengusik peta persaingan internal partai berlambang Bintang Mercy tersebut. Hanubun tidak datang dengan tangan kosong. Rekam jejak politik, pengalaman di legislatif dan eksekutif, serta kedekatannya dengan akar rumput dan elite politik dinilai menjadi modal yang membuat namanya sulit dipandang sebelah mata.
Bahkan, kehadiran Hanubun disebut berpotensi menjadi titik balik bagi konsolidasi Demokrat Maluku. Pengamat politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pattimura (Unpatti), Reynold Nikijuluw, MPA, menilai Hanubun memiliki modal politik yang berbeda dibandingkan figur-figur lain yang masuk dalam bursa Musda.
Menurutnya, Hanubun bukan figur baru dalam percaturan politik Maluku. Sebelum menjadi Bupati Maluku Tenggara, Hanubun telah melewati pengalaman sebagai anggota DPRD Kabupaten hingga DPRD Provinsi Maluku.
“Beliau sebelum menjadi bupati juga tercatat sebagai anggota DPRD Kabupaten dan kemudian anggota DPRD Provinsi. Ketokohannya tak lagi diragukan. Beliau sangat dekat dengan akar rumput dan juga kalangan elite,” ujar Reynold.
Ia menilai pengalaman panjang tersebut membuat Hanubun memiliki jaringan politik yang relatif lengkap. Kondisi itu menjadi modal penting apabila Demokrat ingin memperkuat kembali mesin politiknya di Maluku.
Lebih jauh, Reynold melihat hubungan Hanubun dengan Demokrat memiliki akar sejarah yang cukup kuat. Dalam perjalanan politik Maluku selama sekitar dua dekade terakhir, kata dia, Hanubun dan Demokrat hampir selalu berada dalam garis perjuangan politik yang sama dalam berbagai momentum penting.
Karena itu, kemunculan Hanubun dalam bursa Musda dinilai bukan sekadar kepentingan pragmatis menjelang pemilihan ketua partai. “Hanubun bukan pendatang baru. Ada hubungan historis yang cukup kuat antara beliau dengan Partai Demokrat,” katanya.
Menurut Reynold, kedekatan tersebut menjadi keunggulan tersendiri. Hanubun dinilai telah memahami karakter, kultur politik, ideologi, sekaligus ritme kerja partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono tersebut.
Di titik inilah, kata Reynold, kehadiran Hanubun bisa menjadi faktor pembeda dalam pertarungan internal Demokrat Maluku. Sebab, figur yang dibutuhkan partai bukan hanya memiliki jabatan atau popularitas, tetapi juga mampu mengonsolidasikan struktur partai sekaligus menjembatani kepentingan elite dengan basis massa.
Hanubun dinilai memiliki dua modal tersebut. Di satu sisi, ia memiliki pengalaman sebagai politisi senior. Di sisi lain, ia masih dinilai mampu membaca perubahan zaman dan beradaptasi dengan karakter politik generasi baru.
“Pengalaman matang penting, tetapi kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman dan perkembangan generasi juga sangat penting. Saya melihat Hanubun memiliki kombinasi itu,” ujar Reynold.
Karena itu, kemunculan Hanubun diprediksi tidak hanya akan memanaskan persaingan menuju Musda, tetapi juga berpotensi mengubah konfigurasi kekuatan di tubuh Demokrat Maluku.
Jika mampu dikonsolidasikan dengan baik, kekuatan politik Hanubun dinilai dapat menjadi amunisi baru bagi Demokrat untuk memperbesar daya tawar politiknya di Maluku.
“Kalau momentum ini dikelola dengan baik, kehadiran Hanubun bukan hanya memberikan energi baru bagi internal partai, tetapi bisa menjadi kekuatan elektoral Demokrat menghadapi agenda politik ke depan,” kata Reynold.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....