Pendidikan Kader AMPG Diharapkan Cetak Pemimpin Transformatif Masa Depan
- 01 Okt 2026 10:36 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon- Walikota Ambon Bodewin Wattimena dalam sambutannya mengatakan, pendidikan kader dalam organisasi Angkatan Muda Protestan Maluku (AMPG) memiliki peran penting dalam membentuk kader yang berkualitas, berintegritas, serta siap menjadi pemimpin di masa depan.
Hal tersebut disampaikan Wattimena dalam kegiatan Pendidikan Kader Jenjang Lanjutan AMPG yang menjadi jenjang tertinggi setelah pendidikan kader dasar dan menengah.
Menurutnya, pendidikan kader tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta terhadap organisasi, tetapi juga membentuk kualitas intelektual dan spiritual sebagai warga gereja.
“Kader-kader yang mengikuti jenjang lanjutan ini diharapkan menjadi kader yang siap menjadi pemimpin masa depan, baik di gereja, masyarakat, bangsa dan negara,” demikian disampaikan Walikota Ambon dalam sambutannya.
Menurutnya, AMPG harus mampu menjadi ruang pembentukan sekaligus “dapur” yang menghasilkan sumber daya manusia unggul. Kader yang telah mengikuti proses pengaderan diharapkan mampu mengisi berbagai posisi strategis, baik di lingkungan gereja, pemerintahan maupun masyarakat.
"Pendidikan kader juga dinilai penting untuk mematangkan cara berpikir, kemampuan mengambil keputusan, serta membangun sikap bertanggung jawab dalam menjalankan tugas, baik di dalam maupun di luar organisasi,"kata Wattimena.
Dengan mengusung tema “Membentuk Kader Transformatif yang Berakar dalam Iman, Bertumbuh dalam Intelektual, dan Berdampak bagi Dunia”, kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang terbuka terhadap perubahan dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Kader transformatif, lanjutnya, tidak hanya dituntut memiliki kemampuan organisasi, tetapi juga harus mampu menjadi teladan bagi orang-orang yang dipimpinnya.
Peserta juga diharapkan memiliki iman yang kuat, wawasan intelektual yang luas, serta mampu menempatkan kepentingan organisasi secara proporsional dengan kepentingan masyarakat, gereja, bangsa dan negara.
“Jangan berpikir sempit. Kader harus mampu melihat kapan berpikir untuk kepentingan organisasi, masyarakat, maupun dalam konteks membangun bangsa dan negara,” pesannya.
Ia menambahkan, kualitas kepemimpinan juga harus diimbangi dengan karakter dan ketahanan diri sehingga kader mampu menghadapi berbagai situasi dan tantangan lingkungan.
Karena itu, seluruh peserta diminta mengikuti setiap materi yang disampaikan oleh para narasumber secara serius. Tujuh materi dalam pendidikan kader tersebut menghadirkan pemateri yang dinilai memiliki kompetensi di bidang masing-masing.
Peserta juga didorong untuk belajar langsung dari para ahli agar proses pengaderan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan menjadi bekal dalam menjalankan tanggung jawab ke depan.
Di sisi lain, sinergi antara pemerintah dengan kader dan pengurus AMPG juga dinilai penting untuk mendukung pembangunan Maluku, khususnya dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang manusiawi, inklusif, toleran dan berkelanjutan.
“Selamat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Semoga proses pendidikan kader ini memberikan manfaat dan melahirkan kader-kader berkualitas yang mampu memberikan kontribusi bagi gereja, masyarakat dan bangsa,”tutupnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....