Weslly Johannes Ajak Penulis Tekun Membaca dan Menulis

  • 19 Sep 2026 15:04 WIB
  •  Ambon

RRI.CO.ID, Ambon — Membaca menjadi fondasi penting bagi seseorang yang ingin menekuni dunia kepenulisan. Hal tersebut disampaikan penyair Weslly Johannes dalam sesi diskusi dan sharing buku puisi pada Semesta Raya Sastra 1.0 bertema “Sastra dan Budaya Timur Indonesia” di Auditorium George de’Fretes RRI Ambon, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Komunitas Timur Menulis dan difasilitasi Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini menjadi ruang bagi peserta untuk berdiskusi sekaligus mengenal lebih dekat proses kreatif seorang penyair.

Dalam sesi tersebut, Weslly menekankan pentingnya membaca sebagai langkah awal sebelum seseorang mulai menghasilkan karya. Menurutnya, seorang penulis perlu memperkaya wawasan dan referensi melalui karya-karya penulis lain.

“Menulis itu adalah langkah kedua, bukan langkah pertama seorang penulis. Langkah pertamanya adalah membaca. Seorang penulis punya dua kaki: kaki yang satu adalah membaca, dan kaki yang lainnya adalah menulis,” ujar Weslly.

Weslly kemudian membahas sejumlah puisi dari penyair yang menjadi inspirasinya, di antaranya Joseph Stroud dan Mary Oliver. Melalui karya-karya tersebut, peserta diajak melihat bagaimana seorang penyair dapat belajar dari karya penulis lain, baik dari cara membangun bahasa, memilih tema, maupun menyampaikan pengalaman melalui puisi.

Tak hanya membagikan referensi yang memengaruhi proses kreatifnya, Weslly juga memperlihatkan lima puisi karyanya yang hingga kini belum dipublikasikan. Karya-karya tersebut menjadi bagian dari sharing proses kreatif sekaligus gambaran bahwa sebuah puisi membutuhkan proses sebelum akhirnya siap dibaca oleh publik.

Menurut Weslly, belajar dari penyair lain bukan berarti menghasilkan karya yang harus lebih baik dibandingkan karya orang lain. Tolok ukur perkembangan seorang penulis justru dapat dilihat dari bagaimana ia terus memperbaiki karya yang dibuatnya sendiri.

“Bagaimana belajar dari puisi-puisi penulis tadi menjadi seorang penyair yang bisa menulis karya-karya yang lebih bagus. Lebih bagus bukan dari orang lain, tapi lebih bagus dari karya-karya yang kita sendiri tulis sebelumnya,” katanya.

Sesi diskusi tersebut sekaligus menempatkan membaca dan menulis sebagai dua proses yang saling melengkapi dalam perjalanan seorang penulis. Membaca membuka ruang untuk menemukan perspektif dan inspirasi baru, sementara menulis menjadi proses untuk mengolah pengalaman serta gagasan menjadi karya.

Melalui Semesta Raya Sastra 1.0, Komunitas Timur Menulis bersama Kementerian Kebudayaan RI menghadirkan ruang perjumpaan antara penyair, penulis, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem sastra di Maluku serta memperkenalkan kekayaan sastra dan budaya Timur Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....